Guk! Ada Anjing Mirip Hachiko di Sydney
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Australia

Guk! Ada Anjing Mirip Hachiko di Sydney

- detikTravel
Rabu, 11 Jun 2014 16:08 WIB
Guk! Ada Anjing Mirip Hachiko di Sydney
Patung Biggles yang terpencil (Triono/detikTravel)
Jakarta - Tentu, sudah banyak orang mendengar kisah anjing Hachiko asal Jepang. Apalagi setelah kehidupan anjing jenis Akita itu difilmkan dan dibintangi aktor Hollywood, Richard Gere. Di Sydney, ada anjing yang kisahnya mirip Hachiko. Siapa dan bagaimana kisahnya?

Biggles. Ya, nama anjing itu Biggles. Patungnya didirikan di sudut jalan Atherden dan Playfair kawasan Rocks. Persisnya, terletak di dekat Sydney Harbour Bridge.

Patung Biggles terbuat dari perunggu dan berwarna hitam berkilat. Tubuhnya mungil, setinggi kurang lebih 30 cm. Beda dengan Hachiko yang dibuat lebih bongsor. Kedua anjing ini memang beda jenis.

Jika Hachiko ditempatkan di stasiun atau tempat publik sesuai tempat kematiannya, maka Biggles berada di depan rumah sang pemilik, Trevor Kelly. Posisinya sungguh tidak menguntungkan. Letaknya tidak di jalan utama, sehingga tak semua orang mengetahui keberadaannya.

Posisi Biggles kian tersudut saat weekend. Sebab, saat itu, kawasan Rocks jadi pasar dadakan. Seperti terlihat pada Sabtu (7/6/2014) saat detikTravel berkunjung atas undangan Qantas Airways dan Destination New South Wales (NSW) ke Sydney, patung Biggles nyaris tak terlihat. Di samping kanannya ada tenda penjual pakaian, samping kirinya terdapat tumbuhan di pot. Orang lalu lalang hanya di depan tenda, tak satu pun yang melongok Biggles.

Bagaimana kisah Biggles sehingga akhirnya diabadikan dalam patung perunggu? Di prasasti tertulis, Biggles adalah teman yang dicintai warga Rocks. Ia lahir pada 17 Maret 1980 dan meninggal pada 25 April 1995. Patungnya dibuat pada tahun 1995.

Biggles disayang warga Rocks karena tingkahnya yang lucu. Ia kerap dipergoki berlari di balkon rumah warga demi mengejar kucing. Terakhir kali, ia terlihat melompat dari tebing saat mengejar tikus pada tahun 1994. Karena merasa kehilangan, warga mengusulkan pembuatan patung dan monumen untuk mengenang anjing tersebut. Tak tanggung-tanggung, usulan itu diajukan ke Menteri Perencanaan Perumahan dan diterima. Lalu dibuatlah patung Biggles dan diresmikan pada tahun 1995.

Kisah Biggles memang tak sehebat Hachiko yang setia menunggu tuannya pulang bekerja di stasiun. Saat tuannya meninggal dan dimakamkan, Hachiko tetap menunggu dan tidur di stasiun selama bertahun-tahun. Hujan dan dingin tak ia hiraukan. Hingga akhirnya ia mati di stasiun tersebut pada tahun 1930-an. Meski dalam hal tertentu berbeda, Biggles dan Hachiko sama-sama dikenang orang sekitarnya. Keduanya seolah menjadi milik publik. Bukan hanya fisik, tapi juga kehidupannya.

Biggles dan Hachiko dianggap sama-sama mengajarkan tentang cinta, sifat yang seharusnya dimiliki semua manusia tapi kadang tidak dirasa. Mungkin karena hal itu, kedua hewan peliharaan tersebut layak dimonumenkan. Agar orang tetap mengingat cinta dari Biggles yang jenaka dan Hachiko yang setia.

(shf/shf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads