Terletak di jantung kota Sao Paulo, di kawasan Praca Ramos de Azevedo, Teater Municipal mulai dibuka pada tahun 1911 silam dan konon terinspirasi dari Paris Opera. Termasuk menjadi salah satu simbol dari Kota Sao Paulo, Teater Municipal dicatat menjadi tuan rumah Modern Art Week pada Februari 1922, yang mana menjadi titik tolak penting dalam sejarah budaya Brasil.
Dalam usianya yang sudah lebih dari 100 tahun, Teater Municipal yang pernah menjalani renovasi besar-besaran pada tahun 1950-an tersebut saat ini secara rutin menggelar sejumlah kegiatan. Beberapa di antaranya adalah pertunjukan teatrikal dan opera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi lokasi Teater Municipal cuma berjarak sekitar 700 meter dari tempat menginap detikTravel di kawasan Rua Aurora, Republica. Rasa penasaran itu akhirnya terbayar lunas Senin (7/7/2014). Bukan hanya menyambangi dan cuci mata, detikTravel juga berkesempatan memanjakan telinga.
Pertama mendekati lalu menginjakkan kaki ke Teater Municipal, perhatian para penggemar arsitektur niscaya tercuri dengan arsitekturnya. Bangunan ini memiliki beberapa ciri gaya barok, antara lain dari dekorasi, tiang, dan pilarnya, penataan tangga, dan khususnya fresko pada langit-langit. Selain itu, bangunan ini juga bergaya neo-klasik dan art deco.
Keindahan arsitektur ini membuat detikTravel sejenak melupakan situasi di luar sekitaran Teater Municipal yang memang dipenuhi oleh sejumlah gelandangan. Usai berbincang dengan staf setempat yang mampu berbahasa Inggris, saya disarankan sekalian saja menonton pertunjukan musik.
Rencananya memang akan ada pertunjukan pada hari itu pukul 18.00 waktu setempat. Tak mau buang kesempatan, tiket pertunjukan pun langsung ditebus di loket. Setengah jam sebelum waktu yang dimaksud, detikTravel pun menuju balkon tempat duduk sudah tak sabar menyaksikan pertunjukan yang dibanderol seharga 20-60 Reais (Rp 150-320 ribu) tersebut.
Tak kecewa, selama nyaris 2 jam tanpa terasa telinga detikTravel sudah dimanjakan dengan alunan panjang Simfoni No.3 gubahan komposer Austria Gustav Mahler. Musik ini dibawakan dengan apik oleh Orkestra Sao Paulo Municipal, Paduan Suara Sao Paulo, Lidia Schaffer (Mezzo Sopran), dan John Neschling (konduktor/dirigen).
Pukul 22.00 waktu setempat, detikTravel meninggalkan Teater Municipal masih dengan terpesona. Rintik hujan, suhu udara yang mencapai 17 derajat celcius, dan lorong-lorong jalan yang harus dilalui menuju hotel belum bisa menyaingi sensasi tersendiri yang baru saja dialami.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bule Swiss Ejek Nyepi di Bali, PHDI Buka Suara