Mengenal Gunung Fuji yang Tercoreng Vandalisme 'Indonesia'

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mengenal Gunung Fuji yang Tercoreng Vandalisme 'Indonesia'

- detikTravel
Jumat, 08 Agu 2014 14:50 WIB
Mengenal Gunung Fuji yang Tercoreng Vandalisme Indonesia
Gunung Fuji (Thinkstock)
Tokyo - Aksi vandalisme tulisan 'Cla-X Indonesia' di Gunung Fuji, membuat marah publik Jepang. Vandalisme memang salah, tapi mungkin orang Indonesia perlu tahu kenapa Jepang segusar itu, karena Gunung Fuji adalah gunung suci.

Dari situs resmi pariwisata Jepang, yang dikunjungi detikTravel, Jumat (8/8/2014) Gunung Fuji berada di antara dua prefektur, yakni Shizouka dan Yamanashi. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jepang. Terang saja, tingginya mencapai 3.776 mdpl.

Gunung ini begitu diagungkan oleh penduduk Jepang. Bahkan, keberadaanya pun dianggap suci. Tak sedikit dari penduduk Jepang yang sengaja datang untuk beribadah di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan tanpa sebab, Gunung Fuji dianggap sakral karena penamaan Fuji diambil dari nama dewa api yakni Fuchi. Sedangkan, untuk agama Shinto, Fuji adalah nama bagi salah satu dewinya. Dewi ini merupakan perwujudan dari semangat mencintai alam.

Sebagai tanda penghormatan, setiap musim panas, ribuan peziarah datang ke Gunung Fuji. Mereka mendaki hingga puncak untuk melihat matahari terbit dari atas Fuji.

Meski banyak dikunjungi untuk pemujaan dan peribadatan, Gunung Fuji kini juga dikunjungi traveler yang ingin mendaki. Sasarannya tentu untuk melihat keindahan alam.

Ada 4 jalur yang bisa dilalui turis untuk mendaki Gunung Fuji. Keempat jalur tersebut adalah Yoshida Trail, Subashiri Trail, Gotemba Trail dan terakhir Fujinomiya Trail.

Namun sebelum mendaki, sangat disarankan untuk berolahraga demi menjaga stamina. Ini karena trek di Gunung Fuji cukup terjal dan curam. Jadi, kalau ingin pendakian berjalan lancar, jangan lupa olahraga terlebih dahulu.
Β 
Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan traveler yang ingin mendaki Gunung Fuji adalah waktu pendakian. Ternyata, visibilitas di sana cenderung lebih baik selama musim dingin ketimbang musim panas. Pendakian juga lebih baik dilakukan pada pagi atau malam hari ketimbang siang hari.

Namun sayang, keindahan Gunung Fuji tercoreng oleh tingkah tangan jahil pendaki. Vandalisme dilakukan di tiga batu Gunung Fuji. Salah satu vandalisme bertuliskan 'Cla-X Indonesia'. Dengan sikap orang Jepang yang memandang suci terhadap Gunung Fuji, sudah jelas bukan kenapa mereka kini sangat kesal?

(ptr/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads