Hao Thao di Vietnam, Alamnya Cantik Tapi Turis Ditawari Ganja

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Vietnam

Hao Thao di Vietnam, Alamnya Cantik Tapi Turis Ditawari Ganja

- detikTravel
Senin, 18 Agu 2014 19:15 WIB
Hao Thao di Vietnam, Alamnya Cantik Tapi Turis Ditawari Ganja
Pohon ganja tumbuh subur di halaman rumah (Shafa/detikTravel)
Sa Pa - Desa Hao Thao di Sa Pa, Vietnam menyajikan pemandangan alam yang memukau. Tapi ada sesuatu yang bakal bikin kaget wisatawan, yaitu ditawari ganja. Bagaimana bisa?

Sa Pa terkenal sebagai destinasi dataran tinggi di Vietnam yang menawarkan pemandangan indah alam pegunungan. Lebih dari itu, adalah kekayaan dari suku yang mendiami kota sekitarnya. Salah satu sukunya adalah Black Hmonk.

Suku ini tinggal di perbukitan Sa Pa, salah satu desanya adalah Hou Thao. Banyak wisatawan yang bermalam di sana, lantaran ingin lebih dalam mengetahui kehidupan sehari-hari suku Black Hmonk. Ada juga yang ingin menikmati keindahan alam dengan lebih intim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemandangan paling dahsyat bisa dinikmati pada pagi hari. Saat kabut turun ke lembah, dan pepohonan serta hamparan sawah terlihat begitu hijau dan segar. Semua dilengkapi dengan hiruk pikuk keseharian penduduk setempat.

Pedesaan di sini memiliki sesuatu yang bakal bikin kaget banyak traveler, yaitu ganja. Ya, di desa-desa ini, pohon ganja hidup dengan suburnya. Berdiri segar di sekitar ladang atau depan rumah mereka.

Tak sedikit dari wisatawan yang datang, kebanyakan wisatawan asing, karena penasaran dengan benda yang terlarang itu. Seakan sadar dengan daya tarik yang satu itu, para penduduk pun menyiapkan daun ganja kering beserta alat hisapnya yang biasa dikenal dengan nama bong.

"Teman-teman kami (turis asing) senang datang ke sini untuk mencoba marihana (sebutan marijuana bagi suku Black Hmonk)," ujar salah seorang penduduk yang bernama Ming kepada detikTravel dan Caldera Sobek Coorporation beberapa waktu yang lalu.

Ganja kering ini biasanya dinikmati warga, bersama happy water (arak beras) yang juga dibuat mereka. Rupanya banyak juga wisatawan yang ingin coba-coba, karena banyak warga menawarkan kepada turis dengan imbalan uang ala kadarnya.

Wisata ganja ini pastinya menimbulkan kontroversi. Bisa saja wisatawan yang datang ke sana hanyalah yang ingin mencoba ganja.

Namun hal itu bisa dibilang tidak sepenuhnya benar. Karena saat itu ada seorang wisatawan Jepang yang sudah dua hari bermalam di sana, namun tidak tertarik mencoba ganja. Semua memang kembali kepada manusianya.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads