Ribuan Tahanan Kamboja Pernah Disiksa di Museum Ini

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Wisata Kelam

Ribuan Tahanan Kamboja Pernah Disiksa di Museum Ini

- detikTravel
Kamis, 21 Agu 2014 09:20 WIB
Ribuan Tahanan Kamboja Pernah Disiksa di Museum Ini
Tuol Sleng Museum, sesaat setelah penjara ditutup tahun 1979 (tuolsleng.com)
Phnom Penh -

Tuol Sleng Museum di Phnom Penh, Kamboja, dulunya hanya bangunan sekolah. Namun saat Khmer berkuasa, bangunan tersebut berubah menjadi penjara tempat ribuan tahanan disiksa. Inilah tempat melihat kelamnya sejarah Kamboja.

Rezim Khmer yang sempat berkuasa di Kamboja membawa trauma bagi warga setempat. Betapa tidak, setidaknya ada 150 tempat penyiksaan tersebar di seluruh penjuru negara tersebut. Salah satunya dan yang paling terkenal, adalah yang bangunan yang kini bernama Tuol Sleng Museum.

Mengutip situs Tuol Sleng Museum, Kamis (21/8/2014), bangunan ini dulunya hanya gedung SMA. Namun sejak 1975, Khmer menjadikannya sebagai Security Prison 21 (S-21). Selama 4 tahun beroperasi hingga 1979, hampir 20.000 orang dipenjara dan disiksa di sini. Mereka adalah pekerja pemerintahan, dokter, guru, mahasiswa, buruh pabrik, akademisi, politisi, insinyur, sampai biksu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka dipenjara dan disiksa terus-menerus sampai mati. Berbagai penyiksaan dilakukan agar para tahanan mau mengakui kesalahan mereka. Mulai dari sengatan listrik, besi panas, sampai digantung mati. Beberapa tahanan juga dicongkel kukunya, sambil disiram alkohol. Sadis!

Meski mayoritas korbannya adalah orang asli Kamboja, ada beberapa orang asing yang disiksa. Ada orang Vietnam, Thailand, Laos, Arab, Inggris, Prancis, AS, Selandia Baru, Australia, bahkan Indonesia.

Kini, Tuol Sleng Museum menjadi salah satu tempat turis melihat bukti kejamnya rezim Khmer. Penjara tersebut ditutup saat Vietnam menginvasi Phnom Penh pada 1979. Kini, turis bisa menyusuri bagian dalam gedung yang terdiri dari 4 bangunan.

Gedung A berisi sel-sel tempat para tahanan dipenjara. Gedung B berisi galeri foto yang memperlihatkan kekejaman Khmer. Gedung C berisi sel-sel kecil, sementara Gedung D berisi barang-barang untuk penyiksaan.

Dalam bahasa Kamboja, Tuol Sleng sendiri berarti 'Bukit Pohon-pohon Beracun'. Museum ini terletak di antara Street 113 dan Street 350, Phnom Penh. Harga tiket masuknya USD 3 (Rp 35.000) per orang.

Tuol Sleng Museum kini jadi salah satu objek wisata kelam paling terkenal di dunia. Wisatawan bisa belajar betapa sebuah rezim yang otoriter dan menyiksa rakyatnya sendiri, tidak pantas berada di tengah masyarakat yang beradab.

(ptr/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads