8 Tempat Paling Cantik untuk Pecinta Arsitektur (1)

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

8 Tempat Paling Cantik untuk Pecinta Arsitektur (1)

- detikTravel
Selasa, 09 Sep 2014 09:50 WIB
8 Tempat Paling Cantik untuk Pecinta Arsitektur (1)
(CNN)
Jakarta - Siapa yang tidak ingin mendatangi destinasi dengan arsitektur yang indah? Selain asyik untuk foto-foto, kota ini juga bisa jadi inspirasi. Berikut 8 tempat paling cantik untuk pecinta arsitektur.

Deretan rumah imut atau warna-warni menjadikan sebuah kota menarik untuk dijadikan objek wisata. Ditengok dari CNN, Selasa (9/9/2014) inilah 8 tempat paling cantik bagi para pecinta arsitektur yang bisa didatangi, bagian pertama:

1. Shirakawa-go dan Gokayama, Jepang

(CNN)
Sekali memasuki pedesaaan ini, dijamin merasa sedang di Eropa, apalagi saat musim dingin. Berada di kaki pegunungan Japanese Alps, pedesaan Shirakawa-go dan Gokayama punya bentuk atap rumah yang seperti tangan sedang berdoa.

Sebenarnya mirip dengan atap rumah biasa, namun dengan kemiringan yang lebih runcing. Tujuannya, memudahkan salju yang turun saat musim dingin. Kebanyakan rumah di sana berjarak, dan kecil. Sehingga memberikan pemandangan sungguh indah! Merupakan kawasan Warisan Dunia UNESCO, rumah-rumah yang ada di sini sudah berdiri selama 400 tahun lamanya.

2. Alberobello, Italia

(CNN)
Pertama kali melihat desa ini, pasti langsung terpikir rumah kurcaci. Bentuk atapnya kerucut, dengan tembok yang terbuat dari susunan batu. Desa yang masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO ini berada di Puglia, Italia.

Dibangun pada abad ke-13, kini sudah tidak banyak yang menempati rumah tersebut. Malahan, rumah-rumah unik tersebut disulap menjadi restoran, pertokoan dan kafe. Menarik!

3. Desa Taketomi, Jepang

(CNN)
Kembali ke Jepang, kali ini ada Desa Taketomi di Pulau Taketomi, Okinawa, Jepang. Desa ini menjadi percontohan modernisasi dari arsitektur tradisional Kerajaan Ryuku.

Gaya rumah yang sederhana dan menarik. Seluruh rumah di desa ini tidak ada yang tingkat. Juga, terbuat dari batu dengan atap berwarna merah. Karena kawasan ini sering dilanda badai dan topan, maka rumah ini yang paling masuk akal untuk didirikan. Selain itu, rumah seperti ini juga tahan panas dan lembab.

4. Bo-Kaap, Afrika Selatan

(CNN)
Traveler pecinta warna, wajib datang ke Bo-Kaap di Cape Town, Afrika Selatan. Kawasan ini merupakan bagian dari Malay Quarter yang merupakan area tempat tinggal orang Asia Tenggara, termasuk orang Jawa. Pertama kali dibangun tahun 1980, kawasan ini terkenal sebagai rumah berwarna.

Hampir semua warna bisa ditemui di sini mulai dari merah, oranye, hijau dan lainnya. Awalnya, rumah mereka dicat baru saat Idul Fitri (bagi masyarakat Muslim yang tinggal di sana). Kemudian, semua mengikuti dengan warna yang meriah juga.
Halaman 2 dari 5
Sekali memasuki pedesaaan ini, dijamin merasa sedang di Eropa, apalagi saat musim dingin. Berada di kaki pegunungan Japanese Alps, pedesaan Shirakawa-go dan Gokayama punya bentuk atap rumah yang seperti tangan sedang berdoa.

Sebenarnya mirip dengan atap rumah biasa, namun dengan kemiringan yang lebih runcing. Tujuannya, memudahkan salju yang turun saat musim dingin. Kebanyakan rumah di sana berjarak, dan kecil. Sehingga memberikan pemandangan sungguh indah! Merupakan kawasan Warisan Dunia UNESCO, rumah-rumah yang ada di sini sudah berdiri selama 400 tahun lamanya.

Pertama kali melihat desa ini, pasti langsung terpikir rumah kurcaci. Bentuk atapnya kerucut, dengan tembok yang terbuat dari susunan batu. Desa yang masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO ini berada di Puglia, Italia.

Dibangun pada abad ke-13, kini sudah tidak banyak yang menempati rumah tersebut. Malahan, rumah-rumah unik tersebut disulap menjadi restoran, pertokoan dan kafe. Menarik!

Kembali ke Jepang, kali ini ada Desa Taketomi di Pulau Taketomi, Okinawa, Jepang. Desa ini menjadi percontohan modernisasi dari arsitektur tradisional Kerajaan Ryuku.

Gaya rumah yang sederhana dan menarik. Seluruh rumah di desa ini tidak ada yang tingkat. Juga, terbuat dari batu dengan atap berwarna merah. Karena kawasan ini sering dilanda badai dan topan, maka rumah ini yang paling masuk akal untuk didirikan. Selain itu, rumah seperti ini juga tahan panas dan lembab.

Traveler pecinta warna, wajib datang ke Bo-Kaap di Cape Town, Afrika Selatan. Kawasan ini merupakan bagian dari Malay Quarter yang merupakan area tempat tinggal orang Asia Tenggara, termasuk orang Jawa. Pertama kali dibangun tahun 1980, kawasan ini terkenal sebagai rumah berwarna.

Hampir semua warna bisa ditemui di sini mulai dari merah, oranye, hijau dan lainnya. Awalnya, rumah mereka dicat baru saat Idul Fitri (bagi masyarakat Muslim yang tinggal di sana). Kemudian, semua mengikuti dengan warna yang meriah juga.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads