Abuja -
19 September 1989, pesawat komersil dari Kongo ke Prancis meledak dan jatuh di Gurun Sahara, Niger. Seluruh penumpang dan awak kabin tewas. Kini, tempat jatuhnya pesawat tersebut menjadi monumen paling terpencil di dunia.
Monumen ini bernama UTA 772 Memorial berbentuk agak unik, seperti tato jika dilihat dari angkasa. Para keluarga korban sendiri yang membuat monumen ini, siluet ukuran asli pesawat tersebut.
Mengutip BBC, Kamis (2/10/2014), berikut penampakan monumen paling terpencil di dunia yang ada di Gurun Sahara:
1. Meledak akibat bom teroris Libya
(BBC)
|
Ledakan itu terjadi pada 19 September 1989. Seorang teroris dari Libya memasukkan bom ke dalam koper, lalu meledakkannya dalam pesawat milik maskapai Union des Transports Aeriens (UTA) nomor penerbangan 772. Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Kongo menuju Paris, Prancis.
Ledakan itu terjadi persis saat pesawat berada di atas Gurun Sahara. Koordinat persisnya adalah 16Β°51'53.748"N 11Β°57'13.362"E.
2. 170 Orang tewas seketika
(BBC)
|
Akibat ledakan tersebut, 156 penumpang dan 14 awak kabin tewas seketika. Jatuhnya pesawat ini menjadi tragedi yang selalu diingat keluarga korban.
Usai 18 tahun terbengkalai, para keluarga korban berinisiatif membuat monumen. Pemerintah Libya menyantuni mereka dengan dana sebesar US$ 170 juta (sekitar Rp 1,7 triliun). Pembangunan monumen pun dimulai tahun 2007.
3. 2 Bulan pembangunan
(BBC)
|
Monumen itu dibuat selama 2 bulan, di tengah cuaca Gurun Sahara yang brutal. Bentuknya berupa kompas dengan gambar pesawat di tengahnya. Di salah satu ujung monumen terdapat 170 buah pecahan kaca, masing-masing mewakili korban yang meninggal dalam ledakan pesawat.
Di ujung lainnya terdapat sayap pesawat yang berdiri tegak, dengan sebuah plakat berisi daftar nama para korban.
4. Dibuat oleh 140 orang suku terpencil
(BBC)
|
Monumen tersebut dibuat oleh 140 orang suku terpencil di Gurun Sahara. Mereka berasal dari 3 suku yakni Toubou, Tuareg, dan Hausa.
Membuat monumen ini butuh usaha yang tidak sedikit. Batu-batu untuk membuat monumen ini dibawa menggunakan truk, melintasi Gurun Sahara sejauk 70 Km.
5. Terlihat dari Google Maps
(Google Earth)
|
Ada saja petualang yang berniat menyambangi monumen ini. Namun Anda juga bisa melihatnya dari Google Maps. Dari langit, monumen ini tampak seperti tato yang dipahat di Gurun Sahara.
Tidak percaya, buktikan sendiri. Ketik UTA 772 Memorial di Google Maps dan siap-siaplah terkejut. Monumen ini memang didesain agar terlihat dari satelit seperti Google Maps.
Ledakan itu terjadi pada 19 September 1989. Seorang teroris dari Libya memasukkan bom ke dalam koper, lalu meledakkannya dalam pesawat milik maskapai Union des Transports Aeriens (UTA) nomor penerbangan 772. Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Kongo menuju Paris, Prancis.
Ledakan itu terjadi persis saat pesawat berada di atas Gurun Sahara. Koordinat persisnya adalah 16Β°51'53.748"N 11Β°57'13.362"E.
Akibat ledakan tersebut, 156 penumpang dan 14 awak kabin tewas seketika. Jatuhnya pesawat ini menjadi tragedi yang selalu diingat keluarga korban.
Usai 18 tahun terbengkalai, para keluarga korban berinisiatif membuat monumen. Pemerintah Libya menyantuni mereka dengan dana sebesar US$ 170 juta (sekitar Rp 1,7 triliun). Pembangunan monumen pun dimulai tahun 2007.
Monumen itu dibuat selama 2 bulan, di tengah cuaca Gurun Sahara yang brutal. Bentuknya berupa kompas dengan gambar pesawat di tengahnya. Di salah satu ujung monumen terdapat 170 buah pecahan kaca, masing-masing mewakili korban yang meninggal dalam ledakan pesawat.
Di ujung lainnya terdapat sayap pesawat yang berdiri tegak, dengan sebuah plakat berisi daftar nama para korban.
Monumen tersebut dibuat oleh 140 orang suku terpencil di Gurun Sahara. Mereka berasal dari 3 suku yakni Toubou, Tuareg, dan Hausa.
Membuat monumen ini butuh usaha yang tidak sedikit. Batu-batu untuk membuat monumen ini dibawa menggunakan truk, melintasi Gurun Sahara sejauk 70 Km.
Ada saja petualang yang berniat menyambangi monumen ini. Namun Anda juga bisa melihatnya dari Google Maps. Dari langit, monumen ini tampak seperti tato yang dipahat di Gurun Sahara.
Tidak percaya, buktikan sendiri. Ketik UTA 772 Memorial di Google Maps dan siap-siaplah terkejut. Monumen ini memang didesain agar terlihat dari satelit seperti Google Maps.
(aff/aff)
Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi