Jalan ratu kini telah menjadi bagian dari hingar bingar bisnis pariwisata Stockholm. Toko suvenir dan restoran berjajar rapi di sepanjang jalan. Tak ketinggalan berbagai penawaran yang menggiurkan demi menarik pelanggan.
Pun demikian, sisa-sisa jalan ratu di masa kerajaan tetap tak dihilangkan begitu saja. Hal itu bisa terlihat dari batu-batu yang tersusun di sepanjang jalan yang begitu lawas. detikTravel jalan-jalan di kawasan ini pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti di Istana Buckingham, Inggris, pergantian penjaga di Istana Stockholm juga kerap menjadi tontonan menarik bagi turis. Untuk masuk ke istana tak setiap waktu dipersilakan, ada waktu khususnya. Namun jika sebatas wara-wiri di sekitar istana, dipersilakan semaunya. Asal jangan melewati batas yang ditentukan.
"Hold!" teriak sang penjaga kepada seorang turis yang coba melewati rantai batas yang sudah ditentukan. Pembatas ini juga kerap diperlihatkan di atas batu jalan lewat cat warna hitam.
Para penjaga di sekitar istana pun bisa diajak berfoto atau mencuri selfie. Mereka tentu tak akan berekspresi 'gila', karena sedang dinas.
Oh iya, seperti tempat wisata lainnya di kawasan Eropa. Old city dan wilayah istana Stockholm juga rawan aksi kejahatan. Hal itu pun ditegaskan dengan tanda waspada bertuliskan 'warning scam' di jalan bebatuan yang dilalui. Ini untuk mewanti-wanti para turis untuk berhati-hati.
Modusnya berbagai macam, ada copet berkedok aksi sulap, minta sumbangan dan lainnya. Biasanya pelaku akan menyatroni calon korban secara beramai-ramai, jangan terkecoh apalagi dengan kecantikan mereka.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru