Siap-siap Bingung! Di Penang, Satu Jalan Punya Banyak Nama

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Siap-siap Bingung! Di Penang, Satu Jalan Punya Banyak Nama

- detikTravel
Rabu, 26 Nov 2014 14:50 WIB
Siap-siap Bingung! Di Penang, Satu Jalan Punya Banyak Nama
Museum kamera yang ada di Jalan Muntri alias Jalan Lam Wah Ee (Uyung/detikTravel)
Georgetown - Tak jarang turis yang berkunjung ke Georgetown, Pulau Penang, Malaysia, kebingungan mencari jalan. Rupanya di sini, satu jalan bisa punya banyak nama. Jalan Muntri misalnya, adalah jalan yang sama dengan Lam Wah Ee.

Pertama kali tiba di Georgetown, Pulau Penang, saya mendapat informasi bahwa museum kamera ada di Lebuh Muntri alias Jalan Muntri. Sampai di sekitar lokasi, seorang warga keturunan China mengarahkan saya ke Jalan Lam Wah Ee.

Bingung? Tentu saja, sebab nama jalan yang terakhir disebut tidak ada di peta. Namun dengan keyakinan bahwa orang tersebut tidak berbohong, saya menurut saja. Di ujung jalan yang ditunjuk, ternyata benar. Tertulis di papan petunjuk, ini adalah Jalan Muntri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebingungan tentang perbedaan nama tersebut akhirnya terjawab oleh Protein, seorang tour guide keturunan Tiongkok. Menurutnya, masing-masing etnis punya kebiasaan tersendiri dalam menyebut nama jalan. Tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak selalu benar.

Jalan Muntri merupakan nama resmi untuk saat ini, konon diambil dari jabatan seorang tokoh, yakni Menteri Laut Ngah Ibrahim. Namun sebelumnya, jalan yang terletak di permukiman warga keturunan Tionghoa ini memang bernama Jalan Lam Wah Ee, diambil dari nama rumah sakit gratis yang pernah berdiri di jalan tersebut.

"Rumah sakit tersebut hancur pada perang dunia kedua, dan kemudian dipindah lokasinya," kata Protein, yang pada hari berikutnya mengantarkan rombongan saya ke Jalan Muntri.

Bukan cuma Jalan Muntri yang punya lebih dari satu nama. Hampir semua jalan yang ada di kota tua George Town mempunyai sebutan berbeda-beda. Rata-rata, tiap jalan mempunyai sedikitnya 3 nama yakni nama China, nama Tamil, dan nama Inggris atau nama Melayu.

"Sampai sekarang nama-nama tersebut masih digunakan, dan itu menjadi masalah tersendiri bagi kami terutama kalau ada turis naik taksi. Nama jalan bisa berbeda-beda tergantung sopirnya dari etnis apa," tutur Protein.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads