10 Museum Top di Dunia Ini Masuknya Gratis (2)
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Wisata Gratis

10 Museum Top di Dunia Ini Masuknya Gratis (2)

- detikTravel
Kamis, 27 Nov 2014 12:50 WIB
10 Museum Top di Dunia Ini Masuknya Gratis (2)
(Getty Images)
Lisbon - Museum merupakan tempat wisata yang sarat pengetahuan. Tidak hanya menyimpan barang masa lalu, namun juga karya seni modern dan segudang aktivitas menarik. Terlebih lagi, ada 10 museum top di dunia yang masuknya gratis.

Mulai British Museum hingga Nationalmuseet di Copenhagen terkenal megah dan ramai dikunjungi. Dikumpulkan oleh detikTravel dari berbagai sumber resmi museum, Kamis (27/11/2014), inilah 10 museum top yang masuknya gratis bagian kedua:

6. Smithsonian Institution, Amerika Serikat

(Getty Images)
Untuk soal ukuran museum, Smithsonian Institution merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Museum yang terdiri dari 19 museum terpisah ini menyimpan koleksi seni Amerika, artefak, hingga alam.

Berkunjung ke ibukota Amerika, Washington DC, tentu belum lengkap tanpa kunjungan ke Smithsonian Institution atau ke National Zoo. Kedua ikon Washington DC tersebut memang paling populer.

7. Museu Afro Brazil, Brasil

(museuafrobrasil.org.br)
Museu Afro Brazil di Sao Paulo merupakan tempat terbaik untuk merasakan budaya Brasil. Di dalamnya terdapat kurang lebih 6.000 karya seni, dokumen, perhiasan, foto, hingga kain yang menandakan pengaruh Afrika dalam budaya Brasil.

Museum bergerak ini ditemukan pada tahun 2004 oleh artis sekaligus kurator, Emanoel Araujo. Kabar baik lainnya, pada hari Kamis dan Sabtu, tidak dikenakan biaya masuk sama sekali. Kalau lain hari, dikenakan biaya masuk sebesar 50 cent.

8. National Museum of China, Tiongkok

(Getty Images)
National Museum of China didirikan pada tahun 2003 di Beijing untuk membantu masyarakat dan turis agar dapat mengenal sejarah Tiongkok. Museum ini memiliki luas 205.000 meter persegi.

Pengunjung museum dapat melihat artefak dari 1,7 juta tahun yang lalu, hingga koleksi yang lebih modern, Revolusi Budaya, serta dinasti kerajaan terakhir. Berkunjung ke National Museum of China merupakan cara terbaik untuk belajar sejarah Tiongkok secara langsung.

9. Nicholson Museum, Australia

(sydney.edu.au)
Kemudian di Sydney, Australia, ada Nicholson Museum yang merupakan rumah dari koleksi barang antik terbesar di belahan bumi selatan. Kabar baik lainnya adalah, tidak dipungut biaya masuk alias gratis. Di dalamnya terdapat ribuan objek yang berasal dari Timur Tengah hingga Eropa, mumi misalnya.

Nicholson Museum pun merupakan bagian dari kampus Sydney University. Pengunjung juga dapat menjumpai galeri seni, hingga museum sejarah alam.

10. Te Papa Tongarewa, Selandia Baru

(nzmuseums.co.nz)
Dedikasi Selandia Baru terhadap sejarah dan budaya patut diacungi jempol. Museum Te Papa Tongarewa di Wellington merupakan satu dari sekian tempat yang perlu dijelajahi di Selandia Baru. Museum ini punya lima area dengan koleksi seni, sejarah, pasifik, Maori, dan lingkungan.

Pameran dan program yang bertempat di museum seringkali menekankan pada karakter budaya Selandia baru yang unik, serta alam. Pengunjung museum dapat melihat berbagai hal, mulai dari fosil Tyrannosaurus, seni Maori, hingga instalasi fashion kontemporer.
Halaman 2 dari 6
Untuk soal ukuran museum, Smithsonian Institution merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Museum yang terdiri dari 19 museum terpisah ini menyimpan koleksi seni Amerika, artefak, hingga alam.

Berkunjung ke ibukota Amerika, Washington DC, tentu belum lengkap tanpa kunjungan ke Smithsonian Institution atau ke National Zoo. Kedua ikon Washington DC tersebut memang paling populer.

Museu Afro Brazil di Sao Paulo merupakan tempat terbaik untuk merasakan budaya Brasil. Di dalamnya terdapat kurang lebih 6.000 karya seni, dokumen, perhiasan, foto, hingga kain yang menandakan pengaruh Afrika dalam budaya Brasil.

Museum bergerak ini ditemukan pada tahun 2004 oleh artis sekaligus kurator, Emanoel Araujo. Kabar baik lainnya, pada hari Kamis dan Sabtu, tidak dikenakan biaya masuk sama sekali. Kalau lain hari, dikenakan biaya masuk sebesar 50 cent.

National Museum of China didirikan pada tahun 2003 di Beijing untuk membantu masyarakat dan turis agar dapat mengenal sejarah Tiongkok. Museum ini memiliki luas 205.000 meter persegi.

Pengunjung museum dapat melihat artefak dari 1,7 juta tahun yang lalu, hingga koleksi yang lebih modern, Revolusi Budaya, serta dinasti kerajaan terakhir. Berkunjung ke National Museum of China merupakan cara terbaik untuk belajar sejarah Tiongkok secara langsung.

Kemudian di Sydney, Australia, ada Nicholson Museum yang merupakan rumah dari koleksi barang antik terbesar di belahan bumi selatan. Kabar baik lainnya adalah, tidak dipungut biaya masuk alias gratis. Di dalamnya terdapat ribuan objek yang berasal dari Timur Tengah hingga Eropa, mumi misalnya.

Nicholson Museum pun merupakan bagian dari kampus Sydney University. Pengunjung juga dapat menjumpai galeri seni, hingga museum sejarah alam.

Dedikasi Selandia Baru terhadap sejarah dan budaya patut diacungi jempol. Museum Te Papa Tongarewa di Wellington merupakan satu dari sekian tempat yang perlu dijelajahi di Selandia Baru. Museum ini punya lima area dengan koleksi seni, sejarah, pasifik, Maori, dan lingkungan.

Pameran dan program yang bertempat di museum seringkali menekankan pada karakter budaya Selandia baru yang unik, serta alam. Pengunjung museum dapat melihat berbagai hal, mulai dari fosil Tyrannosaurus, seni Maori, hingga instalasi fashion kontemporer.

(shf/shf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads