Tradisi Makan Pisang-Kacang di Serambi Madinah
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tradisi Makan Pisang-Kacang di Serambi Madinah

Hari Suroto - detikTravel
Jumat, 27 Feb 2026 14:02 WIB
Gorontalo dikenal sebagai serambi Madinah, setiap Ramadhan memiliki tradisi unik yaitu tradisi malam Qunut atau malam pisang dan kacang.
Foto: Hari Suroto
Gorontalo -

Gorontalo dikenal sebagai serambi Madinah, setiap Ramadan memiliki tradisi unik yaitu tradisi malam Qunut atau malam pisang dan kacang. Traveler yang berkunjung ke Gorontalo dapat menyaksikan tradisi Qunut di Lapangan Porbat, Desa Payunga, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo.

Tradisi malam Qunut hanya dilaksanakan setiap malam ke-15 Ramadan, sebagai pertanda memasuki pertengahan Ramadan. Tradisi makan pisang dan kacang ini tak lain sebagai bentuk suka cita dan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan sehingga bisa menyelesaikan separuh bulan Ramadhan.

Tradisi makan kacang dan pisang saat menyambut malam Qunut, berawal dari masyarakat yang ada di seberang gunung atau masyarakat dari kampung sebelah seperti Batudaa Pantai dan Biluhu yang datang menjual pisang dan kacang hasil panennya di Pasar Batudaa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Sebenarnya tujuan utama mereka datang ke Batudaa untuk melaksanakan ritual mandi Qunut usai salat tarawih,agar mendapat berkah dari Allah SWT. Dalam perkembangannya kemudian, ritual mandi tak lagi ada, yang tersisa hanya kebiasaan makan pisang dan kacang.

Dulunya pusat perayaan malam Qunut dilakukan di Pasar Batudaa, namun karena tempat yang sempit dan kecil akhirnya dipindahkan ke lapangan Batudaa. Namun seiring dengan perkembangan zaman, tradisi malam Qunut di Batudaa sudah dikemas dalam event Gebyar Qunut,biasanya dilaksanakan hanya satu malam kini menjadi tiga malam.

Sebelumnya di Pasar Batudaa hanya menjual pisang dan kacang saja, kini layaknya pasar malam, sudah banyak yang mulai menjual pakaian, kuliner dan lain-lain. Acara Gebyar Qunut ini juga dikreasikan dengan lomba makan kacang dan pisang, tarik tambang, dan balap karung.

---

Hari Suroto

Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Sulawesi Utara




(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads