Hingga hari ini, tokoh sejarah masih bingung darimana asal Puck Fair Festival di Killorglin. Dilansir oleh detikTravel dari BBC, Selasa (9/12/2014), festival tersebut diperkirakan sudah ada sejak awal tahun 1600-an silam.
Legenda populer yang meyelimuti sejarah Puck Fair Festival berpusat pada seekor kambing. Konon, seekor kambing jantan menerobos keluar dari kandangnya di kaki Pegunungan MacGillyouddy, dan memberitahu penduduk Killorglin akan invasi 'Roundheads' dari Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 'Gathering Day' tersebut, sejumlah sukarelawan yang disebut penangkap kambing, menangkap seekor puck atau kambing gunung untuk dibawa ke kota. Kemudian sang kambing akan diletakkan di atas gerobak yang dihias bulu ungu, dan diarak hingga pusat Kollorglin untuk dimahkotai.
Sesampainya di pusat kota sang kambing pun ditempatkan di atas panggung kota setinggi tiga lantai. Kemudian penari Irlandia, pertunjukan boneka, hingga pemain musik pipe-band, tampil di tengah untuk menyenangkan masyarakat dan sang raja kambing.
Baik sebelum atau sesudah penobatan sang raja kambing, jalanan Killorglin selalu disesaki oleh seniman jalanan, karnaval, hingga pertunjukan musik. Semuanya antusias untuk menyaksikan penobatan sang raja.
Uniknya, yang akan memahkotai sang Raja kambing adalah sang Ratu yang adalah seorang anak sekolahan. Siapa pun dapat menjadi Ratu dengan cara menulis esaai, soal mengapa dia pantas menjadi ratu. Ratu tahun ini adalah Rebecca Coffey yang berumur 12 tahun.
Festival pun dilanjutkan dengan 'Fair Day' pada hari kedua. Sejumlah peternak pun akan menunjukkan ternak unggulan mereka untuk kemudian dijual. Pada hari perayaan, seekor ternak dapat dihargai mahal hingga 600 Euro, atau sekitar 9 juta rupiah.
Pada hari ketiga atau 'Scattering Day,' festival pun resmi berhenti. Penutupan festival ditandai dengan penurunan tahta King Puck, atau sang Raja Kambing. Sebagai gantinya, dibuat boneka skala besar sang Raja kambing, sebelum akhirnya dilepaskan kembali ke Gunung Kerry.
Mungkin cuma di Irlandia saja kambing bisa jadi raja, walaupun hanya untuk tiga hari saja. Ada-ada saja, ya!
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Bayangkan Hidup Tanpa Matahari: Kisah Desa dengan Hujan 'Abadi'