8 Situs UNESCO dengan Cerita Mengerikan (1)

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

8 Situs UNESCO dengan Cerita Mengerikan (1)

- detikTravel
Rabu, 04 Feb 2015 13:10 WIB
8 Situs UNESCO dengan Cerita Mengerikan (1)
(CNN)
Potosi - Tempat-tempat bersejarah di dunia seringkali menyimpan cerita kelam di baliknya. Mulai dari pertumpahan darah sampai kisah pemberontakan, berikut 8 situs UNESCO dengan cerita menyedihkan di baliknya.

Kisah penguburan paksa pekerja Makam Kaisar Qin di Tiongkok, sampai ratapan Shah Jahan yang mati sambil menatap keagungan Taj Mahal buatannya dari penjara. Dilansir dari CNN, Rabu (4/2/2015) berikut 8 cerita menyedihkan dibalik 8 situs UNESCO, bagian pertama:

1. National History Park, Haiti

(CNN)
National History Park yang terletak di Haiti diresmikan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1982. Situs berbentuk benteng raksasa tersebut terletak di sisi selatan Cap-Haitien, yang merupakan atraksi populer di Haiti.

Sejarahnya National History Oark diwarnai oleh pertumpahan darah. Dahulu, Haiti menjadi saksi bisu dari perebutan kekuasaan di antara dua letnan dari tentara pemberontak, Alexandre Petion dan Henri Christophe.

Raja Henry I membuat Citadel La Ferriere dan Palace Sans-Souci di utara dengan uang dari ladang gula sitaan dan darah para pekerjanya. Adapun Raja Henry I mati dengan cara menembak dirinya sendiri.

2. Mausoleum of The First Qin Emperor, Tiongkok

(CNN)
Kaisar Qin Shi Huang merupakan tokoh besar yang menyatukan Tiongkok dari tahun 221-207 sebelum masehi. Kaisar Qin juga terkenal karena dimakamkan bersamaan dengan 8.000 tentara terakota. Adapun ada cerita mengerikan di baliknya.

Pembangunannya yang memakan waktu selama 38 tahun tersebut didokumentasikan oleh ahli sejarah Sima Qian. Diperkirakan 700.000 pekerjanya juga dibunuh dan dikubur bersamaan di sana, setelah ditemukan sebuah makam.

Pengrajinnya pun sampai dikubur di balik tembok makam untuk menjaga lokasinya yang sangat dirahasiakan. Sekarang, lokasi makam yang terletak di kaki Gunung Lishan tersebut terbuka bagi publik.

3. Kota Potosi, Bolivia

(CNN)
Kota Potosi di Bolivia disebut juga sebagai salah satu kota tertinggi di dunia. Tahun 1545 merupakan masa jaya Potosi, yaitu masa di mana Diego Gulpa menemukan batuan perak di Cerro Rico, atau disebut juga Mount of Riches.

65 tahun setelah masa jaya, jumlah populasi Potosi meningkat dari 3.000 menjadi 160.000 orang. Kota Potosi dihuni oleh orang para imigran yang dipekerjakan untuk menambang perak. Setidaknya terdapat 13.500 orang per tahun yang menghilang saat menambang perak.

Di balik kota yang kaya akan perak, Potosi menyimpan cerita menyedihkan. Kekayaan perak yang jumlahnya sampai ribuan ton tersebut ditukar dengan jutaan nyawa para pekerjanya.

4. Head Smashed In Buffalo Jump, Kanada

(CNN)
Sekilas mendengar namanya, tidak sedikit traveler yang dibuat penasaran akan situs 'Head Smashed In Buffalo Jump' di Kanada. Daerah tersebut sejatinya merupakan lokasi perburuan kerbau suku aborigin blackfoot.

Cara berburunya pun unik. Para orang terpiih yang ditugaskan untuk berburu akan mengenakan kostum kulit serigala dan menakut-nakuti kerbau sampai akhirnya jatuh terpeleset di ujung jurang. Kerbau yang jatuh kemudian tinggal dikumpulkan.

Sayang, salah satu pemburu muda suku Blackfoot harus mengalami nasib tragis. Sang pemburu yang penasaran ingin melihat kerbau yang jatuh dari kaki tebing. Naas, ia malah tertiban kerbau jatuh. Dari situlah asal penamaannya.
Halaman 2 dari 5
National History Park yang terletak di Haiti diresmikan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1982. Situs berbentuk benteng raksasa tersebut terletak di sisi selatan Cap-Haitien, yang merupakan atraksi populer di Haiti.

Sejarahnya National History Oark diwarnai oleh pertumpahan darah. Dahulu, Haiti menjadi saksi bisu dari perebutan kekuasaan di antara dua letnan dari tentara pemberontak, Alexandre Petion dan Henri Christophe.

Raja Henry I membuat Citadel La Ferriere dan Palace Sans-Souci di utara dengan uang dari ladang gula sitaan dan darah para pekerjanya. Adapun Raja Henry I mati dengan cara menembak dirinya sendiri.

Kaisar Qin Shi Huang merupakan tokoh besar yang menyatukan Tiongkok dari tahun 221-207 sebelum masehi. Kaisar Qin juga terkenal karena dimakamkan bersamaan dengan 8.000 tentara terakota. Adapun ada cerita mengerikan di baliknya.

Pembangunannya yang memakan waktu selama 38 tahun tersebut didokumentasikan oleh ahli sejarah Sima Qian. Diperkirakan 700.000 pekerjanya juga dibunuh dan dikubur bersamaan di sana, setelah ditemukan sebuah makam.

Pengrajinnya pun sampai dikubur di balik tembok makam untuk menjaga lokasinya yang sangat dirahasiakan. Sekarang, lokasi makam yang terletak di kaki Gunung Lishan tersebut terbuka bagi publik.

Kota Potosi di Bolivia disebut juga sebagai salah satu kota tertinggi di dunia. Tahun 1545 merupakan masa jaya Potosi, yaitu masa di mana Diego Gulpa menemukan batuan perak di Cerro Rico, atau disebut juga Mount of Riches.

65 tahun setelah masa jaya, jumlah populasi Potosi meningkat dari 3.000 menjadi 160.000 orang. Kota Potosi dihuni oleh orang para imigran yang dipekerjakan untuk menambang perak. Setidaknya terdapat 13.500 orang per tahun yang menghilang saat menambang perak.

Di balik kota yang kaya akan perak, Potosi menyimpan cerita menyedihkan. Kekayaan perak yang jumlahnya sampai ribuan ton tersebut ditukar dengan jutaan nyawa para pekerjanya.

Sekilas mendengar namanya, tidak sedikit traveler yang dibuat penasaran akan situs 'Head Smashed In Buffalo Jump' di Kanada. Daerah tersebut sejatinya merupakan lokasi perburuan kerbau suku aborigin blackfoot.

Cara berburunya pun unik. Para orang terpiih yang ditugaskan untuk berburu akan mengenakan kostum kulit serigala dan menakut-nakuti kerbau sampai akhirnya jatuh terpeleset di ujung jurang. Kerbau yang jatuh kemudian tinggal dikumpulkan.

Sayang, salah satu pemburu muda suku Blackfoot harus mengalami nasib tragis. Sang pemburu yang penasaran ingin melihat kerbau yang jatuh dari kaki tebing. Naas, ia malah tertiban kerbau jatuh. Dari situlah asal penamaannya.

(rdy/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads