Dari London sampai Athena, beberapa Chinatown yang tersebar di Eropa. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Rabu (18/2/2015) berikut 5 Chinatown yang tersebar di Eropa:
1. Chinatown London
|
(Chinatown London)
|
Dibandingkan Chinatown di New York, Chinatown London berukuran lebih kecil. Tidak seperti Chinatown pada umumnya, Chinatown London tidak punya kelenteng dan museum. Kaum Tionghoa pun hanya sedikit yang tinggal di Chinatown London.
Chinatown London sekarang memang tidak begitu berjaya seperti dahulu. Meski begitu, Chinatown London tetap menjadi salah satu objek wisata yang seringkali didatangi menjelang perayaan Imlek.
2. Chinatown Athena
|
(Youtube)
|
Diantara Chinatown lainnya di Eropa, Chinatown Athena merupakan yang paling muda. Walau muda, Chinatown Athena punya suasana pecinan yang cukup kental. Mulai dari restoran Chinese, lampion merah, sampai klenteng ada di Chinatown Athena.
Pada tahun 2010 lalu, komunitas Tionghoa di Athena juga membuat Perayaan Imlek yang pertama. Acara tersebut dihadiri oleh duta besar Tiongkok untuk Yunani dan Walikota Athena. Biasanya, keramaian berpusat di Kotzia Square.
3. Chinatown Rotterdam
|
(Rotterdam.info)
|
Dibandingkan dengan Chinatown Amsterdam dan Chinatown Hague di Belanda, Chinatown Rotterdam merupakan yang paling berfungsi baik dan tidak ramai turis. Pecinan tersebut menyediakan berbagai kebutuhan kaum Tionghoa Belanda, mulai dari sayur hingga akupuntur.
Ketika perayaan Imlek tiba, Chinatown Rotterdam menjadi semarak dan meriah. Mulai dari pawai barongsai hingga petasan, dapat dilihat langsung oleh para pengunjung yang datang.
4. Chinatown Brussels
|
(Randy/detikTravel)
|
Jajaran restoran Chinese hingga supermarket chinese menyebar di sekitaran St Katelijne. Perdagangan memang memegang peranan penting dalam komunitas Tionghoa di Belgia. Kaum Tionghoa juga telah membaur dengan masyarakat di Belgia.
Apabila Anda ingin melihat akulturasi antara budaya Tiongkok dan Belgia, datang saja ke Chinatown Brussels. Cara menemukannya mudah, baca saja tanda baca dalam bahasa mandarin yang mengarah menuju Chinatown Brussels.
5. Chinatown Paris
|
(Youtube)
|
Diantara para imigran Tionghoa tersebut, yang datang paling banyak adalah dari Vietnam, Laos, dan Kamboja. Berhubung biaya sewa tempat di 13 Arrondissement saat itu masih murah, para imigran pun berbondong-bondong tinggal di sana.
Karena sudah berbaur dengan budaya Prancis, pecinan di Paris tidak terlalu tampak secara fisik. Adapun lampion merah, petasan, hingga tarian barongsai dapat dijumpai saat perayaan Imlek yang akan tiba sebentar lagi
Halaman 2 dari 6












































Komentar Terbanyak
Doyan Kampanye Anti Islam, Visa Influencer Israel Ditolak Australia
Eks Presiden FIFA: Jangan Pergi ke AS Saat Piala Dunia!
Makam Tak Biasa Pemilik Ajian Pancasona, 'Tergantung' di Atas Tanah