Mengenang Perjuangan Buruh di People's History Museum, Inggris

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mengenang Perjuangan Buruh di People's History Museum, Inggris

- detikTravel
Jumat, 01 Mei 2015 13:55 WIB
Mengenang Perjuangan Buruh di Peoples History Museum, Inggris
Bagian depan museum (Facebook)
Manchester - Sembari merayakan Hari Buruh, banyak tempat wisata terkait kaum buruh yang asyik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah People's History Museum di Inggris. Di museum ini, traveler bisa wisata sambil mengenang perjuangan kaum buruh Inggris di masa lalu.

Inggris merupakan negara yang pernah jadi pusat Revolusi Industri Eropa. Tentunya negara ini punya sejarah panjang terkait kaum buruhnya. Jika kebetulan sedang berlibur di sana dan ingin mengenal lebih dekat kisah para kaum buruhnya, datanglah ke People's History Museum di Manchester.

Tempat ini dulunya dikenal dengan nama National Museum of Labour History. Pada tahun 2001, namanya berubah menjadi People's History Museum. Museum ini menyimpan sekitar 1.500 koleksi benda-benda yang berhubungan dengan kaum buruh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada objek fisik dan foto yang menggambarkan kehidupan pekerja di Britania Raya dalam 200 tahun terakhir. Beberapa periode yang telah dilewati antara lain adalah radikalisme, Peterloo Massacre, Trade Union, Women's Suffrage hingga Pemilihan Umum di tahun 1945. Semua koleksi diurutkan sesuai dengan periodenya.

Ditengok detikTravel dari situs resminya, Jumat (1/5/2015), People's History Museum memiliki 2 lantai dengan beberapa ruangan. Ada ruangan yang mengangkat tema revolusi. Salah satunya mengenai Peterloo Massacre pada tahun 1819.

Saat itu 80 ribu pekerja yang mengalami kemiskinan, akibat dampak krisis ekonomi berdemo di lapangan St Peter di Manchester. Demonstrasi ini menyebabkan 15 orang dibunuh polisi dan sekitar 700 pekerja luka-luka.

Di ruangan berikutnya, temanya adalah Reformers atau pemrakarsa reformasi. Di sini traveler bisa mengenal lebih dekat mengenai perjuanagn kaum demokratis yang diprakarsai Ohn Wilkes, Tom Paine, Mary Wollstonecraft, Eilliam Cobbett hingga Francis Burdett.

Anda dapat melihat 2 banner tua di ruangan ini. Ada The Liverpool Tinplate Workers (1821) yang menjadi banner tertua dan White Lion Lodge (1830). Di sisi lain museum, Anda bisa berkunjung ke area yang membahas workers atau pekerja.

Di sini ada juga koleksi mengenai Trade Union, sebuah gerakan buruh yang pernah merajalela di Eropa, terutama pada zaman Revolusi Industri. Saat itu para buruh digaji kecil. Mereka pun berdemo meminta kesejahteraan yang lbih baik.

Selain bisa melihat berbagai objek fisik seperti banner, poster hingga lencana, Anda juga bisa membaca dokumen yang pernah dikeluarkan oleh Partai Buruh. Ada pula dokumen dari Communist Party of Great Britain dan Department of Work and Pension.

Museum ini juga dilengkapi alat-alat interaktif yang bisa membuat traveler tidak bosan. Misalnya 'people in boxes', dimana ada kotak berisi patung yang bisa menceritakan kisah hidupnya sebagai buruh. Tak hanya itu, gedung museum juga dilengkapi dengan tempat pameran, Education Service, Labour History Archive hingga Study Center.

Jika ingin membeli suvenir atau makanan, ada kafe dan toko di museum ini. People's History Museum buka setiap hari pukul 10.00-17.00 waktu setempat. Untuk bisa masuk ke museum ini, tidak ada biaya tiket yang harus dibayarkan alias gratis!

(krn/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads