detikTravel menjelajahi Jepang atas undangan Japan National Tourism Organization (JNTO) dan Cathay Pacific. Salah satu kota yang kami kunjungi, adalah Hiroshima.
"Kota ini terkenal karena pernah dibom," ujar Tatsuo Yoshinoya, pemandu yang menemani kami.
Sambil naik bus, kami sightseeing mengelilingi Hiroshima Peace Memorial Park di pusat kotanya. Tempat inilah, dulunya bom atom dijatuhkan oleh pesawat sekutu. Tepatnya, pada tanggal 6 Agustus 1945.
"Tidak ada yang tersisa saat itu. Setelah bom atom dijatuhkan, musibahnya belum selesai. Kami masih was-was dengan radiasi bomnya. Suasana sangat kacau," tutur Yoshinoya yang kala itu masih berusia lima tahun saat Hiroshima dibom.
Lalu, ketika bus melintasi sungai yang besar, Yoshinoya menyuruh kami melihat ke sungainya. Dia bilang, sungai itulah tempat ditemukan mayat-mayat penduduk yang tewas akibat bom atom!
"Namanya Sungai Ota, satu dari enam sungai di Hiroshima. Di sinilah ditemukan ratusan ribu mayat ketika Hiroshima dibom. Pemandangannya mengerikan," paparnya.
Sungai-sungai lainnya juga dipenuhi mayat. Namun, menurut pengakuan Yoshinoya, mayat paling banyak ditemukan di Sungai Ota.
"Banyak mayat yang diangkut dari sungai, baik orang dewasa atau anak-anak," ucapnya.
Tapi kini, baik Sungai Ota dan sungai lainnya di Hiroshima sudah dibenahi dan ditata rapi. Tidak ada kesan angker atau semacamnya, sebab sungainya justru bersih dan terlihat cantik.
Bangku-bangku kayu yang ada di pinggiran sungai dipenuhi wisatawan lokal atau turis untuk bersantai. Permukaan airnya yang tenang, begitu mendamaikan hati saat dilihat. Meski di kanan dan kirinya gedung-gedung bertingkat, sungainya bebas dari sampah. Sampah secuil pun tidak akan Anda temukan!
"Kami (orang Jepang), langsung membangun kembali Kota Hiroshima yang hancur. Kami membenahi semuanya," tegas Yoshinoya.
(Fitraya Ramadhanny/Fitraya Ramadhanny)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Citilink Ngegas, Armada Jadi 43 Pesawat, Terbang Lagi dari Bandung Mulai 17 Agustus