Serba-serbi Love Hotel, Hotel Bercinta Khas Jepang
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Wisata Dewasa

Serba-serbi Love Hotel, Hotel Bercinta Khas Jepang

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Kamis, 11 Jun 2015 12:10 WIB
Serba-serbi Love Hotel, Hotel Bercinta Khas Jepang
(Fitraya/detikTravel)
Tokyo - Banyak turis heran saat melihat Love Hotel, penginapan khusus bercinta yang menjamur di Jepang. Jangan terkaget-kaget dahulu. Berikut serba-serbi Love Hotel di Jepang yang mungkin wisatawan perlu tahu juga.

Prinsipnya, Love Hotel adalah jenis hotel yang dikhususkan untuk bercinta. Tak seperti hotel biasa yang fasilitasnya hanya kasur atau lemari, kamar di Love Hotel punya sex toys dan aneka kostum seksi.

Pada 2009, ada sekitar 30.000 Love Hotel yang menjamur di seantero Jepang. Salah satu kawasan dengan deretan Love Hotel adalah Kabukicho di Kota Tokyo. Sebut saja Hotel Venus, Hotel Sun, Hotel Giardino, Hotel Leoni, dan lain-lain.

Namun sebelum berpikiran lebih jauh, ada beberapa hal yang patut Anda ketahui soal Love Hotel. Dihimpun detikTravel, Kamis (11/9/2015), berikut daftarnya:

1. Hotel untuk bercinta

(Fitraya/detikTravel)
Tak seperti hotel pada umumnya, Love Hotel memang dikhususkan untuk bercinta. Ini karena pangkalnya, orang Jepang tinggal di rumah sempit dan minim sekat sehingga agenda bercinta tidak maksimal. Apalagi bagi pasangan yang sudah memiliki anak.

Tiap Love Hotel menawarkan kamar yang bisa disewa baik untuk 'tidur siang' selama beberapa jam sampai untuk menginap saat malam. Ini merupakan hal biasa di Negeri Matahari Terbit tersebut. Mengutip data CNN, pada 2009 sekitar 1,4 juta warga Jepang mengunjungi Love Hotel tiap harinya.

Fasilitas yang disuguhkan pun tidak biasa. Hampir setiap kamar di Love Hotel punya tema beragam, lengkap dengan sex toys dan aneka kostum. Ada yang liar dengan cambuk dan kulit, atau fantasi lain seperti tema Star Wars atau kastil-kastil Eropa.

2. Booming di Jepang

(Fitraya/detikTravel)
Jepang adalah negara pelopor, sekaligus yang terus-menerus 'menghidupi' Love Hotel. Industri esek-esek satu ini menuai pendapatan sampai 4 triliun Yen (sekitar Rp 428 miliar) per tahun.

Eksistensi Love Hotel berakar dari abad ke-19 yakni Ryokan. Ryokan adalah penginapan tradisional Jepang di zaman feodal yang disewakan beberapa jam saja. Tradisi berlanjut di era Perang Dunia II dan menjadi hotel modern pada 1950-an dan 1960-an.

Ketika kondisi ekonomi membaik tahun 1970-an, love hotel mulai diisi dengan barang-barang yang membuat tamu merasa seperti di rumah. Kemudian, mulailah pemilik hotel bereksperimen dengan kamar hotel sesuai dengan fantasi seks para pengunjungnya.

Satu kamar love hotel bisa disewa 4 kali dalam sehari yakni pagi, siang, petang dan malam. Kamar yang paling murah punya kamar mandi di dalam dengan harga 7.000 Yen (Rp 750 ribu) malam hari, atau 2.000 Yen (Rp 214 ribu) untuk siang hari.

Kamar paling mahal punya seprei mewah, flat TV dengan aneka film porno, game console, cermin di langit-langit untuk berkaca sambil bercinta dan bath tub besar penuh busa. Meski begitu, yang dikedepankan dalam tiap Love Hotel adalah privasi dan kerahasiaan. Pasangan yang mau menyewa love hotel tidak menjumpai karyawan hotel sama sekali. Mereka memilih kamar dari layar display dan ambil kunci kamar di mesin khusus.

3. Desainnya bisa keren juga lho!

(hotel-mirage.jp)
Meski mayoritas digunakan untuk bercinta, bukan berarti Love Hotel tak ada yang berdesain keren. Beberapa Love Hotel punya desain keren, bahkan fotogenik. Beberapa di antaranya yaitu Design Hotel Iruha (Tokyo), Hotel Ampio (Ibaraki), Spa & Resort Hotel Mirage (Nagoya), juga Petit Hotel Rose Lips (Osaka).

Spa & Resort Hotel Mirage misalnya, merupakan Love Hotel elit yang cukup bergengsi. Pengunjung yang menginap di sini bisa menikmati servis sauna, karaoke, juga spa. Sementara Petit Hotel Rose Lips berdesain sangat feminin sehingga nyaman untuk wanita.

4. Bisa juga untuk menginap seperti biasa

(Youtube)
Meski identik dan memang dikhususkan untuk bercinta, Love Hotel bisa jadi opsi menginap murah di Jepang. Harga yang murah dan fasilitas yang cukup lengkap membuat Love Hotel jadi akomodasi pilihan wisatawan.

Bule wanita asal Kanada misalnya, sengaja menginap di beberapa Love Hotel. Sharla, begitu nama bule cantik tersebut, menginap di Love Hotel bersama seorang teman perempuannya. Menurut Sharla, menginap di Love Hotel tidak harus bersama pacar. Bersenang-senang bareng teman pun seru!

BACA JUGA: Bule Cantik Ini Hobi Tidur di Hotel Khusus Bercinta Jepang
Halaman 2 dari 5
Tak seperti hotel pada umumnya, Love Hotel memang dikhususkan untuk bercinta. Ini karena pangkalnya, orang Jepang tinggal di rumah sempit dan minim sekat sehingga agenda bercinta tidak maksimal. Apalagi bagi pasangan yang sudah memiliki anak.

Tiap Love Hotel menawarkan kamar yang bisa disewa baik untuk 'tidur siang' selama beberapa jam sampai untuk menginap saat malam. Ini merupakan hal biasa di Negeri Matahari Terbit tersebut. Mengutip data CNN, pada 2009 sekitar 1,4 juta warga Jepang mengunjungi Love Hotel tiap harinya.

Fasilitas yang disuguhkan pun tidak biasa. Hampir setiap kamar di Love Hotel punya tema beragam, lengkap dengan sex toys dan aneka kostum. Ada yang liar dengan cambuk dan kulit, atau fantasi lain seperti tema Star Wars atau kastil-kastil Eropa.

Jepang adalah negara pelopor, sekaligus yang terus-menerus 'menghidupi' Love Hotel. Industri esek-esek satu ini menuai pendapatan sampai 4 triliun Yen (sekitar Rp 428 miliar) per tahun.

Eksistensi Love Hotel berakar dari abad ke-19 yakni Ryokan. Ryokan adalah penginapan tradisional Jepang di zaman feodal yang disewakan beberapa jam saja. Tradisi berlanjut di era Perang Dunia II dan menjadi hotel modern pada 1950-an dan 1960-an.

Ketika kondisi ekonomi membaik tahun 1970-an, love hotel mulai diisi dengan barang-barang yang membuat tamu merasa seperti di rumah. Kemudian, mulailah pemilik hotel bereksperimen dengan kamar hotel sesuai dengan fantasi seks para pengunjungnya.

Satu kamar love hotel bisa disewa 4 kali dalam sehari yakni pagi, siang, petang dan malam. Kamar yang paling murah punya kamar mandi di dalam dengan harga 7.000 Yen (Rp 750 ribu) malam hari, atau 2.000 Yen (Rp 214 ribu) untuk siang hari.

Kamar paling mahal punya seprei mewah, flat TV dengan aneka film porno, game console, cermin di langit-langit untuk berkaca sambil bercinta dan bath tub besar penuh busa. Meski begitu, yang dikedepankan dalam tiap Love Hotel adalah privasi dan kerahasiaan. Pasangan yang mau menyewa love hotel tidak menjumpai karyawan hotel sama sekali. Mereka memilih kamar dari layar display dan ambil kunci kamar di mesin khusus.

Meski mayoritas digunakan untuk bercinta, bukan berarti Love Hotel tak ada yang berdesain keren. Beberapa Love Hotel punya desain keren, bahkan fotogenik. Beberapa di antaranya yaitu Design Hotel Iruha (Tokyo), Hotel Ampio (Ibaraki), Spa & Resort Hotel Mirage (Nagoya), juga Petit Hotel Rose Lips (Osaka).

Spa & Resort Hotel Mirage misalnya, merupakan Love Hotel elit yang cukup bergengsi. Pengunjung yang menginap di sini bisa menikmati servis sauna, karaoke, juga spa. Sementara Petit Hotel Rose Lips berdesain sangat feminin sehingga nyaman untuk wanita.

Meski identik dan memang dikhususkan untuk bercinta, Love Hotel bisa jadi opsi menginap murah di Jepang. Harga yang murah dan fasilitas yang cukup lengkap membuat Love Hotel jadi akomodasi pilihan wisatawan.

Bule wanita asal Kanada misalnya, sengaja menginap di beberapa Love Hotel. Sharla, begitu nama bule cantik tersebut, menginap di Love Hotel bersama seorang teman perempuannya. Menurut Sharla, menginap di Love Hotel tidak harus bersama pacar. Bersenang-senang bareng teman pun seru!

BACA JUGA: Bule Cantik Ini Hobi Tidur di Hotel Khusus Bercinta Jepang

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads