Menjelajah Dunia Bawah Laut di S.E.A Aquarium Singapura

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Singapura

Menjelajah Dunia Bawah Laut di S.E.A Aquarium Singapura

Indah Mutiara Kami - detikTravel
Minggu, 05 Jul 2015 16:30 WIB
Menjelajah Dunia Bawah Laut di S.E.A Aquarium Singapura
Panel akuarium raksasa (Indah/detikTravel)
Singapura - Masa liburan bisa diisi dengan belajar, tentunya dengan cara yang menyenangkan. Bila traveler berlibur ke Singapura, S.E.A Aquarium yang memiliki 100 ribu ekor hewan laut dari 800 spesies bisa menjadi pilihan untuk menambah wawasan.

detikTravel mengunjungi S.E.A Aquarium atas undangan Resorts World Sentosa beberapa waktu lalu. Pertama-tama, kami menyusuri The Maritime Experiental Museum terlebih dahulu.

Kami disambut oleh replika kapal Laksamana Cheng Ho yang dipakai saat menyusuri jalur sutera. Meski berukuran sangat besar, ternyata replika yang ada di museum ini hanya sepersepuluh bagian daripada aslinya. Karena berukuran besar, jerapah hingga badak pun ikut dibawa Cheng Ho dalam kapal ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Museum ini juga menceritakan perjalanan Laksamana Cheng Ho menyusuri beberapa negara, termasuk Indonesia. Barang-barang khas yang menjadi alat pembayaran di masa itu juga dipamerkan.

Ada pula kapal Omani Dhow yang merupakan pemberian dari Raja Oman kepada Presiden Singapura tahun 2010. Kapal yang dibuat dengan cara tradisional ini menjadi daya tarik tersendiri di museum.

Kami lalu diajak untuk menjajal Typhoon Theatre. Traveler bisa merasakan simulasi berada di kapal saat terjadi badai. Special effects dengan cipratan air menghadirkan perasaan terombang-ambing di kapal selama beberapa menit.

Simulasi selesai, pintu terbuka, dan kami pun tiba di dunia bawah laut. Kami disambut oleh reruntuhan kapal di dalam akuarium besar dan ikan-ikan yang berenang di antaranya. Ada kotak harta karun juga!

Kami lalu mulai menyusuri berbagai akuarium yang ada. Pertama-tama adalah shark seas. Kami bisa melihat hiu kepala martil melintas di atas kepala dan juga jenis-jenis lain, bahkan yang sudah terancam punah.

Yang unik juga, kami bisa melihat sekumpulan belut di dalam akuarium. Meski terlihat seram, namun belut-belut ini menjadi perhatian dari anak-anak yang berkunjung ke S.E.A Aquarium.

Sebanyak 50 ribu ekor hewan laut atau setengah dari penghuni S.E.A Aquarium ada di Open Ocean. Di panel galeri setinggi 8,3 meter dan panjang 36 meter ini, kami terpukau saat melihat ikan pari jenis manta yang merupakan salah satu spesies terbesar melintas dengan tenang.

Pengunjung bisa melihat ikan-ikan langka mulai dari pari hingga hiu dari jarak dekat, hanya terpisah oleh panel kaca yang aman. Salah satu jenis ikan yang menarik juga adalah goliath grouper. Sesuai namanya, ikan ini berukuran besar dan berenang dengan sangat lambat, kontras dengan pari dan hiu yang bergerak cepat.

Duduk berlama-lama di depan Open Ocean tampaknya tak akan bosan, tetapi masih banyak objek menarik lain di S.E.A Aquarium. Kami lalu berlanjut ke kolam ubur-ubur. Kolamnya dibuat menarik dengan permainan cahaya sehingga pengunjung pun terikat.

Ada juga discovery pool, di mana pengunjung bisa menyentuh bintang laut yang ada di kolam. Ternyata, tekstur bintang laut terasa keras dan kaku saat disentuh.

Akhirnya, kami pun puas mengelilingi S.E.A Aquarium dan mendapat banyak wawasan baru tentang dunia bawah laut. Belajar di tempat ini pun tidak membosankan karena dikemas dengan berbagai acara menarik.

Salah satunya yang sedang berjalan adalah 'Go Blue on Plastic'. Selain itu, setiap natal, imlek atau momen-momen lainnya, S.E.A Aquarium juga bersolek sesuai tema.

Untuk berwisata sambil belajar di S.E.A Aquarium, traveler perlu membayar S$32 (Rp 320 ribu) untuk orang dewasa dan S$22 (Rp 220 ribu) untuk anak-anak. Tentunya, harga bisa lebih murah bila Anda menggunakan promo lainnya.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads