Dijejali Turis, 9 Tempat Wisata Ini 'Sekarat' (1)

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dijejali Turis, 9 Tempat Wisata Ini 'Sekarat' (1)

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Jumat, 10 Jul 2015 09:50 WIB
Dijejali Turis, 9 Tempat Wisata Ini Sekarat (1)
(CNN)
Cusco - Tidak ada turis salah, kebanyakan turis ternyata juga salah. Beberapa objek wisata dunia yang terkenal terancam kerusakan, justru karena terlalu banyak turis yang datang ke sana. Apa saja?

Banyaknya wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, berdampak baik terhadap pertumbuhan pariwisata dan ekonomi. Tapi di sisi lain, keutuhan dan kelestarian tempat wisata turut menjadi perhatian.

"Situs-situs di berbagai negara terancam hampir setiap saat. Selain monumen dan kota-kota kuno di Timur Tengah, kawasan kota tua di berbagai kota di Asia juga sangat terancam karena pembangunan yang terus-menerus berjalan," tutur Stefaan Poortman, Executive Director Global Heritage Fund seperti dikutip dari CNN, Jumat (10/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 9 tempat wisata terkenal di dunia yang kini 'sekarat' karena dijejali wisatawan, bagian pertama:

1. Tembok Besar, China

(Kurnia/detikTravel)
Jika dulu Tembok Besar dibuat sebagai benteng pertahanan, kini Situs Warisan Dunia tersebut agaknya digunakan untuk menampung puluhan ribu wisatawan. Masalahnya, banyak turis yang meninggalkan 'jejak' berupa vandalisme atau lainnya.

Bahkan menurut data Beijing Times, hampir 30% bagian Tembok China menghilang karena erosi atau perusakan oleh manusia. Bahkan di salah satu bagian Tembok Besar ditemukan coretan bertuliskan 'Indonesia'. Tak percaya?

BACA JUGA: Waduh, Ada Coretan Indonesia di Tembok Besar China!

2. Great Barrier Reef, Australia

(CNN)
Great Barrier Reef adalah ekosistem koral terbesar di dunia, sekaligus salah satu habitat fauna laut terkaya di dunia. Namun para peneliti memprediksikan, Great Barrier Reef akan hilang pada 2050 karena perubahan iklim.

Meski bencana alam adalah alasan utama prediksi menghilangnya Great Barrier Reef, kunjungan wisatawan juga banyak berpengaruh. Industri pariwisata di kawasan ini tak bisa dibilang kecil.

3. Sistine Chapel, Vatikan

(CNN)
Sistine Chapel di Vatican City, Vatikan adalah salah satu gereja paling bersejarah, sekaligus terindah di dunia. Betapa tidak, dinding dan langit-langit Sistine Chapel dipenuhi lukisan sang maestro Michelangelo.

Butuh waktu empat tahun bagi Michelangelo untuk menyelesaikan lukisan di gereja ini. Namun sayang, lukisan mural tersebut mulai rusak karena banyaknya wisatawan yang menggunakan lampu flash saat memotret.

4. Cave of Altamira, Spanyol

(CNN)
Cave of Altamira adalah sebuah gua di Spanyol yang terkenal karena lukisan zaman paleolitikum yang tersebar di dinding dan langit-langit gua. Meski sudah berusia 20.000 tahun, lukisan-lukisan tangan ini masih tampak utuh dan jelas.

Dari tahun ke tahun pula, ribuan wisatawan silih berganti memasuki gua untuk mengagumi lukisan ini. Hal tersebut berbuah kerusakan pada lukisan-lukisan alami tersebut. Pada 2002, pemerintah Spanyol pun terpaksa menutup Cave of Altamira untuk publik.

Tahun lalu, sebagian akses masuk Cave of Altamira kembali dibuka. Beruntung, pemerintah Spanyol membatasi kunjungan wisaawan yakni hanya 5 orang tiap minggu.

5. Maasai Mara, Kenya

(CNN)
Maasai Mara National Reserve merupakan kawasan hutan lindung di Narok County, Kenya. Letaknya dekat dengan Serengeti National Park di Mara Region, Tanzania. Alam liar Afrika ini menggaet ribuan wisatawan tiap tahunnya untuk bersafari.

Namun masifnya jumlah wisatawan tersebut sedikit banyak berpengaruh terhadap ekosistem Maasai Mara. Belum lagi, beberapa penginapan dan tempat kemping memberikan pengaruh negatif terhadap lingkungan.
Halaman 2 dari 6
Jika dulu Tembok Besar dibuat sebagai benteng pertahanan, kini Situs Warisan Dunia tersebut agaknya digunakan untuk menampung puluhan ribu wisatawan. Masalahnya, banyak turis yang meninggalkan 'jejak' berupa vandalisme atau lainnya.

Bahkan menurut data Beijing Times, hampir 30% bagian Tembok China menghilang karena erosi atau perusakan oleh manusia. Bahkan di salah satu bagian Tembok Besar ditemukan coretan bertuliskan 'Indonesia'. Tak percaya?

BACA JUGA: Waduh, Ada Coretan Indonesia di Tembok Besar China!

Great Barrier Reef adalah ekosistem koral terbesar di dunia, sekaligus salah satu habitat fauna laut terkaya di dunia. Namun para peneliti memprediksikan, Great Barrier Reef akan hilang pada 2050 karena perubahan iklim.

Meski bencana alam adalah alasan utama prediksi menghilangnya Great Barrier Reef, kunjungan wisatawan juga banyak berpengaruh. Industri pariwisata di kawasan ini tak bisa dibilang kecil.

Sistine Chapel di Vatican City, Vatikan adalah salah satu gereja paling bersejarah, sekaligus terindah di dunia. Betapa tidak, dinding dan langit-langit Sistine Chapel dipenuhi lukisan sang maestro Michelangelo.

Butuh waktu empat tahun bagi Michelangelo untuk menyelesaikan lukisan di gereja ini. Namun sayang, lukisan mural tersebut mulai rusak karena banyaknya wisatawan yang menggunakan lampu flash saat memotret.

Cave of Altamira adalah sebuah gua di Spanyol yang terkenal karena lukisan zaman paleolitikum yang tersebar di dinding dan langit-langit gua. Meski sudah berusia 20.000 tahun, lukisan-lukisan tangan ini masih tampak utuh dan jelas.

Dari tahun ke tahun pula, ribuan wisatawan silih berganti memasuki gua untuk mengagumi lukisan ini. Hal tersebut berbuah kerusakan pada lukisan-lukisan alami tersebut. Pada 2002, pemerintah Spanyol pun terpaksa menutup Cave of Altamira untuk publik.

Tahun lalu, sebagian akses masuk Cave of Altamira kembali dibuka. Beruntung, pemerintah Spanyol membatasi kunjungan wisaawan yakni hanya 5 orang tiap minggu.

Maasai Mara National Reserve merupakan kawasan hutan lindung di Narok County, Kenya. Letaknya dekat dengan Serengeti National Park di Mara Region, Tanzania. Alam liar Afrika ini menggaet ribuan wisatawan tiap tahunnya untuk bersafari.

Namun masifnya jumlah wisatawan tersebut sedikit banyak berpengaruh terhadap ekosistem Maasai Mara. Belum lagi, beberapa penginapan dan tempat kemping memberikan pengaruh negatif terhadap lingkungan.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads