Jadi, di luar rencana semula, ternyata rombongan peserta test drive New Ford Everest asal Indonesia singgah di Wat Rong Khun atau The White Temple, termasuk detikTravel pekan lalu. Itu lho, vihara yang warnanya dominan putih yang kabarnya vihara terindah di Thailand.
Vihara ini berada di Jalan Phahonyothin, sekitar 15 kilometer sebelah barat daya dari pusat Kota Chiang Rai. Kalau dari Bangkok ibukota Thailand, jaraknya sekitar 820 kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kolam itu diameternya sekitar tiga meter, sementara kedalamannya sekitar dua meter. Di tengah-tengah kolam yang berair jernih itu, terlihat ada ornamen yang bisa dibilang mirip bunga teratai. Hampir semua pengunjung yang singgah ke kolam ini melemparkan koin. Koin-koin yang kebanyakan berwarna perak itu, memenuhi dasar kolam, dan di setiap kelopak teratai itu.
Sepertinya halnya kolam permintaan lainnya di muka Bumi ini, maka pelempar koin segera menyampaikan permintaan dalam hati bersamaan dengan proses pelemparan koin itu. Di tempat itu tidak ada tulisan bahwa koin yang dilemparkan harus koin Baht.
Saya belum sempat menukar uang Baht, baik di Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, maupun Bandara Mae Fah Luang di Chiang Rai. Namun di tas saya, ada koin Rupiah. Maka koin Rp 500 itu yang saya lemparkan.
"Semoga nilai Rupiah terhadap Dollar menguat seperti Baht," harap saya dalam hati, dan plung! Koin yang saya lemparkan melayang lambat dan tenggelam perlahan ke dasar kolam pengharapan itu.
Berikutnya, dengan tenang saya berjalan mengikuti kebiasaan turis lainnya di vihara yang pembangunannya disempurnakan seniman Chalermchai Kositpipat itu. Pertama, saya memotret tampilan keseluruhan kuil yang dibangun di atas danau mungil itu, kemudian meminta orang memotretkan saya di depan kuil itu.
Lalu saya melangkah melewati diaroma tangan-tangan menggapai di jalan masuk utama kuil. Saya melewati jembatan menuju bangunan di ujung jalan itu, yang disebut Ubosot, sebagai simbol proses kelahiran kembali.
Keluar dari kompleks bangunan utama, saya tersenyum bahagia. Baik karena diaroma proses kelahiran kembali itu, maupun tentang koin yang dilemparkan ke kolam pengharapan itu.
Lantas dalam perjalanan pulang, saya dengar teman satu rombongan bertanya kepada pemandu, "Apa maknanya melemparkan koin ke kolam pengharapan itu?"
"Oh itu, artinya, you lost your money...," jawabnya sambil tertawa.
(rdy/Aditya Fajar Indrawan)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun