Kapal Mata-mata Zaman Uni Soviet Disulap Jadi Yacht Mewah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kapal Mata-mata Zaman Uni Soviet Disulap Jadi Yacht Mewah

Johanes Randy - detikTravel
Selasa, 25 Agu 2015 08:19 WIB
Kapal Mata-mata Zaman Uni Soviet Disulap Jadi Yacht Mewah
Kapal mewah La Sultana (La Sultana)
Marrakesh - Di tahun 1962, Uni Soviet memiliki kapal mata-mata yang bernama Aji Petri. Namun ketika Uni Soviet bubar, Kapal Aji Petri dibeli oleh pihak Hotel La Sultana pada tahun 2007 dan diubah menjadi kapal yacht mewah.

Berlibur di kapal pesiar sudah biasa, namun kini traveler dapat berlibur di atas yacht istimewa. Dilansir detikTravel dari situs La Sultana, Selasa (25/8/2015) salah satu pengelola hotel kenamaan asal Maroko itu telah membeli kapal mata-mata bekas Uni Soviet dan merombaknya jadi yacht mewah.

Sejarahnya, dahulu Uni Soviet memiliki sebuah kapal ferry bernama Aji Petri yang berfungsi untuk mengangkut penumpang dan barang dari Pelabuhan Odessa, Sevastopol, Istanbul, dan Yalta pada tahun 1962. Namun ketika ketegangan antara Uni Soviet dan AS meningkat pada tahun 1970, kapal tersebut dialihfungsikan jadi kapal mata-mata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai runtuhnya Uni Soviet atau yang dikenal dengan USSR, kapal tersebut yang merupakan satu dari 12 kapal Soviet difungsikan untuk salah satu perusahaan pengiriman Bulgaria dengan rute Istanbul dan Yalta. Barulah pada tahun 2007, pihak La Sultana membeli Aji Petri.

Di tangan pihak La Sultana, Aji Petri diubah menjadi kapal yacht mewah dengan fasilitas hotel berbintang. Tujuh kabin kapal yang ada pun ditata sedemikain rupa untuk dapat menampung 12 tamu, disertai dengan ruang makan berukuran besar, bar, indoor dan outdoor lounge, serta banyak lainnya.

Untuk interior, pihak La Sultana mengisinya dengan berbagai karya dan pahatan unik dari kulit kerang yang merupakan karya dari seniman Moroko yang bernama Jilali Gharbaoui. Karyanya tersebut bahkan pernah dipajang di toko brand Hermes di Paris.

Bagi traveler yang gemar diving atau sekedar main perahu, di kapal Aji Petri juga terdapat tiga kapal kecil, sebuah jeep, hingga peralatan diving. Belum lagi fasilitas kolam renang hingga jacuzzi yang mewah.

Adapun pihak La Sultana tidak banyak merubah interior kapal yang menyimpan kejayaan era Uni Soviet. Beberapa aksesori dan tulisan asli dalam bahasa Rusia di kapal masih dapat dijumpai.

Setelah direnovasi, kapal peningglan Uni Soviet itu pun dapat melaju hingga 13 knot, jauh lebih cepat dari dahulu. Barang siapa yang mampu dan ingin menyewanya, Kapal La Sultana disewakan seharga 225 ribu Euro atau setara dengan Rp 3,9 milyar seminggunya. Tapi harga itu masih belum termasuk biaya tip dan ongkos bagi 17 awak kapal.

(shf/Aditya Fajar Indrawan)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads