Misteri Menara Bersimbah Darah di Maastricht, Belanda

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Belanda

Misteri Menara Bersimbah Darah di Maastricht, Belanda

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Selasa, 29 Sep 2015 07:45 WIB
Misteri Menara Bersimbah Darah di Maastricht, Belanda
Menara Gereja Saint John di Maastricht (Sastri/detikTravel)
Maastricht - Di kota paling selatan Belanda yakni Maastricht, terdapat satu menara gereja yang berwarna merah. Warna tersebut berasal dari darah lembu yang 'disiramkan' ke tembok secara rutin. Berikut kisahnya.

Saint John, begitu nama gereja yang terletak di Vrijthof, salah satu alun-alun di Kota Maastricht, Belanda. Gereja ini dibangun pada 1632 dengan gaya arsitektur gothik yang kental.

Seluruh bangunan gereja, termasuk menaranya terbuat dari batu kapur. Saking termakan usia, beberapa bagian dinding luar gereja tampak menghitam. Namun lain halnya dengan menara, yang menjulang tinggi dan berwarna merah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada masa itu menara ini, yang bisa dilihat oleh hampir seluruh kota, dicat merah agar tidak menghitam. Mereka menggunakan darah lembu yang dicampur semacam bubuk, dan melapisi temboknya secara rutin," tutur Kitty, pemandu yang mengantar detikTravel walking tour di Maastricht, Belanda pekan lalu.



Menara setinggi 70 meter ini didesain mirip Dom Tower di Kota Utrecht, menara gereja tertinggi di Belanda sekaligus pusat kegiatan umat Kristiani pada abad pertengahan. 'Menara merah' ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu Lower Part dan Upper Part.

Lower Part memiliki area seluas 100 m2 dan terbagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama terdiri atas pintu masuk, ruang konferensi, dan gudang. Bagian kedua merupakan ruangan besar yang pada musim panas sering dijadikan lokasi pameran. Sedangkan ruang ketiga hanya berisi bel besar buatan Belgia dengan berat 1.350 kg.

Sementara Upper Part, seperti tampak dari luar, hanya terdiri dari beberapa ornamen gothik asli menara tersebut mulai dari jam, lambang salib, dan deretan jendela tinggi.



"Tembok menara dilapisi ramuan darah lembu secara rutin. Baru sejak 1982 beberapa bagian menara dilapisi pewarna sintetik untuk menjaganya agar tetap utuh," tambah Kitty.

Apakah traveler bisa masuk menara ini? Ya, tentu saja. Anda bisa naik tangga sampai galeri pertama, di ketinggian 43 meter. Namun Anda bisa memotretnya dari mana saja, karena menara ini bisa dilihat dari berbagai sudut Kota Maastricht.

(rdy/adf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads