Dalam pengalaman detikTravel menjelajah beberapa negara dalam kesempatan berbeda, seni jalanan (street art) kini menjadi atraksi yang tidak bisa terpisahkan dari wisata kota. Bagi wisatawan, street art bisa menjadi musik nyata dalam menikmati sebuah destinasi di luar negeri.
Seperti di Melbourne, Australia, wisatawan yang berkunjung ke Victoria Market, bisa melepas penat keliling pasar sambil makan donat dan secangkir kopi hangat. Agar suasana semakin hidup, bisa mencari tempat duduk di berbagai sudut pasar dengan ditemani mendengarkan petikan gitar dan suara pengamen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Andi Saputra/detikTravel)
Di bagian belakang pasar Victoria Market, ada juga pengamen yang lebih art. Menggelar soundsystem yang cukup besar, ia memetik gitar dengan Paixiao di gantung di lehernya.
Sebuah jubah merah hitam lebar ia pakai untuk mempercantik fashion shownya. Lagu-lagu balada mengalun indah dari petikan gitar, tiupan Paixiao dan suara seniman. Pengunjung Victoria Market pun bisa betah berlama-lama sambil melepas lelah setelah berbelanja.
Β
Bagi yang berkesempatan ke Volendam, Belanda, sempatkan menikmati petikan gitar kecil dari seorang kakek tua. Ia duduk manis di depan sebuah bangunan kincir raksasa dengan menyanyikan lagi khas Belanda tempoe doeloe. Sebuah gelas di taruh di sebelah kakinya untuk menerima recehan Euro dari para wisatawan.
(Andi Saputra/detikTravel)
Meski kerut mukanya menunjukan tidak muda lagi, tapi suaranya masih terjaga. Disayangkan jika menikmati desa tradisional Belanda tanpa diiringi musik khas setempat
Β
Bisa jadi, London, Inggris merupakan gudangnya street art. Kita bisa menemui berbagai atraksi seni jalanan di sudut-sudut kota. Seperti di Piccadilly Sircus, ada seorang pengamen menggunakan alat tiup Skotlandia memainkan musik di depan patung kuda di tepi jalan. Aksinya membuat orang antre berfoto bersama dengannya.
(Andi Saputra/detikTravel)
(rdy/adf)












































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar