Berita kemunculan gereja yang ditenggelamkan itu pun ramai diberitakan media Inggris The Independent, hingga media AS Newser dan USA Today. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Rabu (21/10/2015) media Newser memberitakan, gereja yang dikenal dengan Temple of Santiago itu telah muncu kembali ke permukaan setelah tenggelam selama 40 tahun.
Sejarahnya, Gereja Temple of Santiago yang berada di Chiapas, Meksiko dibangun pertama kali oleh biarawan bernama Bartolome de las Casas pada abad ke-16. Di gereja itu juga, Bartolome yang menjadi uskup pertama Chiapas membuat berbagai kebijakan seperti menghapus perbudakan dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian pada tahun 1966, sebuah waduk dibangun di lokasi berdirinya gereja bersejarah itu. Otomatis keseluruhan Gereja Temple of Santiago beserta daerah di sekitarnya ditenggelamkan.
(@printsoflblair/Twitter)
Tapi pada tahun 2002, gereja tersebut sempat kembali muncul ke permukaan akibat kemarau yang berkepanjangan. Pada saat itu gereja tampak secara keseluruhan. Turis pun bisa berjalan kaki dan melihat gereja peninggalan tersebut.
Berbeda dengan kejadian serupa di tahun 2002, kini Gereja Temple of Santiago kembali muncul setengah ke permukaan. Traveler yang mau berkunjung harus menyewa kapal boat penduduk sekitar, karena air tidak sepenuhnya surut.
"Gereja itu menjadi kuburan raksasa dari para korban yang terjangkit penyakit dahulu," ujar salah satu arsitek yang tidak diketahui namanya seperti diberitakan USA Today.
Entah sampai kapan gereja tersebut muncul ke permukaan. Namun jika tengah liburan ke Meksiko, mungkin tidak ada salahnya mampir ke Kota Chiapas untuk melihat gereja bersejarah tersebut.
(rdy/sst)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh