Restoran Paling Hype di Maastricht Peraih 2 Bintang Michelin

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Belanda

Restoran Paling Hype di Maastricht Peraih 2 Bintang Michelin

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Rabu, 28 Okt 2015 12:50 WIB
Restoran Paling Hype di Maastricht Peraih 2 Bintang Michelin
Restaurant Beluga, Maastricht (Sastri/detikTravel)
Maastricht - Turis yang berkunjung ke Maastricht, kota paling selatan di Belanda, pasti tahu soal Beluga. Restoran peraih dua bintang Michelin ini menyuguhkan aneka menu berpenampilan unik dan bercitarasa nikmat.

Makan malam adalah agenda yang krusial bagi warga Belanda. Mereka bisa menghabiskan berjam-jam menikmati sederet menu sambil mengobrol dengan kolega, menyeruput wine, menikmati suasana. Sebuah restoran di Maastricht, kota paling selatan Belanda, punya atmosfer yang sangat menyenangkan untuk agenda tersebut.

Namanya Restaurant Beluga, yang terletak di Plein 1992, Maastricht. Atas undangan Holland Tourism dan Maastricht Marketing beberapa waktu lalu, detikTravel sempat mencicipi 6 Course Meal di restoran berbintang Michelin tersebut. Ya, Beluga menyandang dua bintang Michelin atas kerja keras tim sang koki, Hans van Wolde.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah tempat semua orang bisa berkumpul, menikmati makanan dan atmosfer yang menyenangkan," tutur Hans kepada detikTravel.

Sang koki rupanya sangat ramah. Dia mempersilakan saya duduk di Foodbar, meja panjang yang menghadap langsung ke dapur pembuatan makanan. Hans bahkan mengizinkan saya duduk di mana saja. "Asal jangan di meja potong daging," candanya.

Para juru masak tengah berkutat dengan pekerjaan masing-masing: memotong daging, merebus seafood, menumis sayuran, menyiapkan dressing, menghias piring. Saya memutuskan untuk menikmati Surprise Menu dengan catatan: no pork. Hans mengangguk senang.

Padangan saya menyusur ke sekeliling. Tak heran restoran ini jadi favorit turis, dan tentunya warga Maastricht. Beluga terbagi jadi beberapa ruangan, termasuk lounge di bagian depan. Sedikit permainan cahaya berwarna pink dan ungu membuat atmosfer Beluga terasa modern, sekaligus hangat.

Piring pertama datang. Seporsi salad dan Cheese Profiteroles, alias gorengan keju tersaji depan mata. Dilanjutkan oleh sepiring Margherita Pizza, dan campuran olahan tomat dan keju parmesan dalam gelas bertuliskan 'Hit Me'. Saya harus memukul bagian permukaan gelas itu untuk menikmati bagian dalamnya.

Tiga buah Oyster kemudian tersaji depan mata, masing-masing dengan dressing berbeda. Ada yang sedikit pedas, ada juga yang bercitarasa segar dengan rasa timun yang dominan. Menu selanjutnya adalah Alaskan Swordfish yang disajikan dengan potongan King Crab, tomat, dan sayuran. Perut saya mulai penuh sehabis makan ini.

Tapi seporsi salmon sashimi yang disuguhkan juru masak agaknya sulit ditolak. Barulah setelah itu, main course disajikan. Kali ini piring dibawakan oleh Hans sendiri. Dalam piring itu tertata beberapa potongan daging dan sayuran, lengkap dengan saus istimewa.

Mata saya yang awalnya sayu karena kekenyangan, mendadak terbelalak karena citarasa daging yang sungguh nikmat. Baru kali itu saya menikmati olahan daging sapi selembut dan senikmat itu. Ketika Hans bertanya apakah saya menyukai menu itu, saya mengangguk kencang. Sang koki kemudian menghampiri sambil berkata, "You have sparks in your eyes!"

Tak terasa hampir 2,5 jam saya berkutat dengan deretan menu menggugah selera di Restaurant Beluga. Untuk dessert hari itu, juru masak menyuguhkan saya sepiring olahan nanas dan jambu berupa manisan, sorbet, dan cokelat.

Untuk menikmati enam porsi Surprise Menu seperti yang saya cicipi, traveler harus merogoh kocek 90 Euro (Rp 1,3 juta) dan 140 Euro (Rp 2,1 juta) jika ditambah kopi, teh, dan wine. Mahal memang, tapi sebanding dengan pengalaman gastronomi yang akan Anda rasakan!

(rdy/rdy)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads