Sydney di Australia adalah destinasi utama turis Indonesia di Negeri Kanguru itu. Tapi Sydney bukan sekadar Opera House. Dubes Australia, Paul Grigson membagi rekomendasinya.
Dubes Australia, Paul Grigson berkunjung ke kantor detikTravel, Jumat (30/10/2015). Grigson banyak berbagi soal perkembangan pariwisata di Australia dan banyak bertanya soal pariwisata Indonesia.
Nah, Grigson tahu banyak orang Indonesia liburan ke Melbourne atau Sydney, tapi mungkin tempatnya itu-itu saja. Dia pun berbagi rekomendasi 6 destinasi yang asyik di Sydney, yang sebagian masih jarang didatangi traveler Indonesia:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Traveler Indonesia pasti tahu Chinatown di Sydney, karena di sana ada Paddy's Market. Ini adalah destinasi wisata belanja oleh-oleh yang murah meriah.
Namun Grigson justru menawari traveler untuk wisata kuliner di sana. Tempat itu adalah Restoran Golden Century. Yang disajikan di sana adalah chinese food, tapi ada yang membuatnya istimewa.
"Golden Century adalah tempatnya para politisi Australia bertemu untuk bikin deal politik. Kalian nggak akan tahu deh bisa ketemu di sana siapa," ujar Grigson membuat penasaran.
Β
2. Pantai Bondi
Pantai Bondi di Sydney memang destinasi mainstream. Inilah pantai utama di sana. Tapi Grigson mengakui pantai ini memang tidak boleh dilewatkan.
Pantai berpasir putih, dan populer membuat Bondi menjadi pantai yang disuka wisatawan. Tidak hanya itu, beberapa selebriti dunia dan Australia, juga suka liburan di sini. Siapa tahu bisa bertemu aktor Hugh Jackman.
Β
3. The Rock
Gedung Opera di Sydney adalah landmark terkenal dari Australia. Tapi ini mainstream banget. Grigson menawarkan kawasan The Rock yang ada di dekatnya.
"The Rock ini tempat yang pas kalau ingin menikmati bangunan kolonial," kata Grigson.
4. Naik ferry ke Manly
Dari pada menikmati pemandangan Sydney dari daratan, Grigson menawarkan traveler untuk menikmati kota ini dari arah sebaliknya yaitu lautan. Caranya naik kapal ferry.
"Jangan lupa naik ferry dari Sydney ke Manly," kata Grigson.
Ini bukanlah kapal wisata, melainkan memang ferry transportasi umum. Tapi disini serunya, pertama tentu kita bisa melihat suasana pelabuhan Sydney, kemudian pemandangan Kota Sydney dengan landmarknya.
Ferry akan melewati Sydney Opera House dan kita bisa memfoto ke arah daratan. Ferry akan menempuh teluk di Sydney sampai ke Manly, di pinggir Kota Sydney.
5. Wisata kuliner di Woolloomooloo
"Hahahaha, namanya susah dieja ya?" kata Grigson tertawa.
Tapi begitulah namanya, Woolloomooloo. Ini adalah sebuah teluk dengan pelabuhan tua di Sydney dengan banyak kawasan pergudangan.
Ketika aktivitas pelabuhan utama ada di Circular Quay dengan Opera House, Woolloomooloo menjelma menjadi pusat wisata kuliner. Ada banyak restoran berbagai jenis dan berbagai gaya dan menu dari berbagai negara tersedia di sini.
"Yang terkenal di sana adalah restoran Italia bernama Otto," kata dia.
Β
6. Sydney Fish Market
Sydney punya pasar ikan terbesar di kawasan Bumi bagian selatan. Begitulah klaimnya terhadap Sydney Fish Market di Teluk Blackwater, hanya 10 menit jalan kaki dari Darling Harbour.
Kalau diibaratkan, inilah Pasar Tsukiji Tokyo versi Australia. Wisatawan bisa melihat serunya aktivitas pasar ikan segar, pelelangan dan pengolahan ikan.
Pasar buka sejak pukul 05.30 waktu setempat untuk pelelangan. Namun wisatawan paling pagi baru bisa masuk ke sana pukul 06.40. Sydney Fish Market juga menjadi destinasi wisata kuliner seafood.
Wow! Terima kasih Grigson, begitu banyak tempat baru yang ditawarkan untuk traveler Indonesia yang ingin menjelajah Sydney.












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun