Tahukah kamu, kota yang disebut paling sejuk di Asia ternyata ada di Tiongkok. Inilah Suzhou, kota yang memiliki 60 taman cantik dan kanal yang bersih nan panjang. Ada keselarasan manusia dengan alam di sana.
Di balik padatnya populasi penduduk di Tiongkok dan parahnya pencemaran polusi di sana, masih ada satu kota yang penuh kesejukan. Suzhou namanya, yang bakal bikin betah para turis.
Eva Rammeloo, menuliskan cerita perjalanannya ke Suzhou dalam situs BBC Travel. Seperti dilihat detikTravel, Jumat (20/11/2015) Suzhou sudah jadi tempat 'pelarian' favorit warga Shanghai untuk menenangkan diri. Hanya sekitar 30 menit saja untuk tiba di sana dengan naik kereta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Thinkstock)
Untuk taman, jangan bayangkan taman yang hanya berupa hamparan rumput dan pepohonan. Taman-taman di Suzhou memiliki gaya kebun klasik khas Tiongkok. Yang mana, dipenuhi pepohonan rindang seperti perkebunan, kolam dan tanaman hias. Ada 60 taman di tiap sudut kotanya dan 9 di antaranya diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Usut punya usut, ternyata taman-taman di Suzhou sudah ada sejak tahun 514 SM (sebelum Masehi). Adalah Raja Helu, dari Kerajaan Wu yang memprakasi Suzhou sebagai kota yang sejuk, hijau dan damai.
Taman-taman di Suzhou bukan hanya sekedar ruang terbuka hijau. Taman-taman di sana juga menjadi tempat para seniman mencari inspirasi. Raja-raja atau penguasa Tiongkok setelahnya kemudian meneruskan apa yang telah Raja Helu lakukan. Bahkan di abad ke-15, Suzhou tercatat punya 800 taman!
(Rita Heine/BBC Travel)
Seiring perkembangan zaman, taman-taman di Suzhou menjadi tempat pemukiman penduduk. Meski begitu, beberapa taman yang bersejarah dan lokasinya strategis masih dipertahankan, seperti salah satunya yang terkenal adalah Suzhou Garden Museum.
Para penduduk yang tinggal atau para pendatang di Suzhou sudah sadar akan kebersihan kota dan keindahan taman. Bagi penduduk yang berduit, mereka pun turut membangun taman yang indah di perkarangan rumahnya. Penduduk yang ekonominya menengah ke bawah tak mau kalah. Mereka memang tidak bisa membangun taman, tapi setidaknya masih bisa menambahkan pot-pot bunga atau tanaman di depan rumahnya.
Turis yang datang ke Suzhou, silakan main-main ke tamannya. Ada banyak bangku-bangku kayu yang disediakan untuk tempat duduk. Hiruplah udara yang segar dan nikmati suasananya yang sejuk.
Main-main ke kanalnya juga asyik. Selain mencoba naik perahu dan menyusuri kanalnya, para turis yang hobi fotografi paling suka memotret jembatan-jembatan batu yang ada di atas kanal. Keselarasan manusia dengan alam di Suzhou, sepertinya harus dicontoh kota-kota lain di dunia.
(Russ Bowling/BBC Travel)
(aff/aff)










































