Indonesia Punya Gereja Ayam, Uruguay Punya Rumah Elang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Indonesia Punya Gereja Ayam, Uruguay Punya Rumah Elang

Afif Farhan - detikTravel
Jumat, 27 Nov 2015 17:30 WIB
Indonesia Punya Gereja Ayam, Uruguay Punya Rumah Elang
Rumah elang di Uruguay (AFP/Miguel Rojo)
Atlantida - Di Magelang, Jawa Tengah terdapat bangunan gereja bentuknya ayam yang unik di atas bukit. Di Uruguay, Amerika Latin sana juga ada bangunan yang bentuknya mirip-mirip seperti itu, tapi bentuknya elang!

Namanya adalah El Aguila atau yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, artinya elang. EL Aguila berlokasi di kawasan pesisir Atlantida atau sekitar 45 km dari Montevideo, ibukota negara Uruguay. Alamat tepatnya di Calle 3, Villa Argentina, Atlantida.

Dari berbagai informasi yang dirangkum detikTravel, Jumat (27/11/2015) EL Aguila sudah berdiri sejak 1 Agustus 1945. Arsitekturnya adalah Juan Torres, yang merupakan arsitek asli dari Argentina. Sedangkan pemiliknya, adalah Natalio Michelizzi seorang pengusaha Italia yang tinggal di Buenos Aires, Argentina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


(AFP/Miguel Rojo)

Kala itu, Michelizzi ingin memiliki rumah di kawasan pesisir Atlantida. Asal tahu saja, pantai di sana memang cantik karena berpasir putih dan menghadap langsung Samudera Atlantik.

Maka, dia menggandeng Torres untuk membangun suatu rumah di atas bukit. Tapi tentu saja, rumah yang dibangun bukan rumah biasa. Torres pun membangun rumah yang bentuknya seperti elang!

Sebenarnya, tidak semua bangunannya berbentuk badan elang. Hanya bagian depannya saja, yang berbentuk kepala elang. Rumahnya cukup luas, dengan memiliki dua kamar, ruang tamu dan kamar mandi.

Selain untuk tempat beristirahat Michelizzi, rumah tersebut ternyata juga disewakan sebagai villa. Bagian paling menarik, adalah di bagian mata elangnya yang berupa kaca. Jadi, orang bisa bersantai di sana sambil memandangi lautan dan garis pantai.


(AFP/Miguel Rojo)

Tahun 1953, Michelizzi meninggal dunia. Semenjak itu, El Aguila tidak terawat dan ditutupi semak belukar. Bahkan, keberadannya makin lama makin tidak terdengar walau bangunannya sendiri masih utuh.

Beberapa teori konspirasi lalu muncul. Ada yang menyebut El Aguila sebagai tempat angker, markas Nazi sampai-sampai disebut tempat perkumpulan sekte-sekte tertentu.

Walau begitu, El Aguila masih mencuri perhatian turis. Pemerintah setempat pun membereskan semak belukar dan menjadikannya salah satu destinasi wisata. Turis, lalu berbondong-bondong datang ke sana.

Turis diizinkan untuk berfoto-foto di sana, dengan latar 'elang' yang besar. Bisa juga masuk ke bagian dalam, lalu naik ke bagian kepalanya untuk melihat panorama dari ketinggian.

Jika dipikir, El Aguila ini umurnya lebih tua dari Gereja Ayam di Magelang. El Aguila dibangun tahun 1945, sedangkan Gereja Ayam dibangun pada tahun 1990. Apa jangan-jangan, sang arsitek Gereja Ayam di Magelang terinspirasi rumah elang di Uruguay ini?


(AFP/Miguel Rojo)

(rdy/rdy)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads