Pada Rabu, 28 Oktober 2015 lalu, detikTravel berkesempatan mampir ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Masjidil Aqsa yang sebelumnya bernama Baitul Maqdis merupakan salah satu tempat suci bagi umat Islam lantaran menjadi kiblat pertama bagi kaum muslimin.
Umat Islam menjadikan Masjidil Aqsa sebagai kiblat salat hingga 17 bulan setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Sejak itu kemudian kiblat salat adalah Kabah di dalam Masjidil Haram, Makkah, sampai sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ornamen depan Masjid Al Aqsa (Erwin Dariyanto/detikTravel)
Sehari sebelumnya, saat berada di Mount of Zion di Yerusalem, detikTravel sudah bisa melihat dan menikmati keanggunan Masjidil Aqsa dari kejauhan. Kubah Masjid Al Aqsa yang berwarna biru dan kubah Dome of The Rock yang berwarna kuning keemasan nampak paling mencolok di antara bangunan lainnya.
Roley Horowitz, pemandu yang mengantar detikTravel dan rombongan The Rambam Israel Fellowship Program sehari sebelumnya meningatkan agar kami dari hotel sudah siap pergi pukul 06.45 waktu Yerusalem. "Jangan sampai lewat agar kita tak terjebakan antrean," kata Roley.
Pada hari yang ditentukan itu, kami siap meninggalkan hotel pada pukul 06.45. Sekitar dua puluh menit perjalanan kami pun tiba di pintu utama masuk kompleks Al Aqsa.
Kami beruntung karena tiba di pintu gerbang Al Aqsa paling awal dan mendapat antrean terdepan. Benar saja, hanya berselang lima menit kemudian antrean di belakang kami sudah panjang.
Antrean masuk ke Masjid Al Aqsa (Erwin Dariyanto/detikTravel)
Pintu gerbang ke komplek Al Aqsa berdampingan dengan pintu ke Tembok Ratapan dan Gereja Makam Yesus (Church of the Holy Sepulchre/Sanctum Sepulchrum). Setelah melewati pintu pemeriksaan pengunjung harus melintasi jalan sepanjang 100 meter untuk menuju Masjid Al Aqsa.
Jalan dari pintu pemeriksaan ke Masjid Al Aqsa dibatasi oleh pagar kayu. Dari jalan ini pengunjung bisa melihat puluhan umat Yahudi yang tengah beribadah di Tembok Ratapan. Letak Tembok Ratapan ini menempel di bagian halaman belakang Al Aqsa.
detikTravel kemudian masuk ke halaman Al Aqsa melewati Pintu Al Maghribah yang dikenal juga dengan sebutan pintu An Nabi alias Al Buraq. Dinamakan pintu Al Buraq karena tempat ini diyakini sebagai lokasi Nabi Muhammad menambatkan Buraq kemudian masuk ke Al Aqsa kemudian melakukan perjalanan Miraj untuk menerima perintah salat.
Suasana belum begitu ramai saat detikTravel dan rombongan tiba di halaman Al Aqsa. Ada dua masjid di sini yakni Masjid Al Aqsa dengan kubah hijau, dan Masjid Dome of The Rock dengan kubah emas.
Pemeriksaan keamanan (Erwin Dariyanto/detikTravel)
Rombongan detikTravel terlebih dahulu masuk ke Masjid Al Aqsa. Seorang penjaga Masjid Al Aqsa bernama Ala begitu antusias menyambut begitu tahu kami rombongan dari Indonesia. "Oh Indonesia, muslim? Subhanallah," kata Ala sumringah.
Dia menawarkan diri untuk menemani kami masuk ke dalam Masjid Al Aqsa. "Sudah punya Wudhu?," tanya Ala kepada detikTravel.
Setelah memastikan kami punya wudhu, Ala menyarankan untuk mengerjakan Salat sunah tahiyatul masjid. Selain kami dari rombongan Indonesia, terlihat beberapa jamaah pria dan wanita khusyuk mengerjakan salat sunat dhuha. Mereka sepertinya tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk salat di tempat bersejarah ini.
Alhamdulillah, mendapat kesempatan salat di masjid ini sungguh luar biasa. Ada perasaan hati yang membuncah antara gembira dan haru jika mengingat pergolakan sejarah yang terjadi di kawasan ini.
Sekitar 1.400 tahun silam Nabi Muhammad SAW menjalani Isra yakni perjalanan malam hari dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa ini. Di Masjidil Aqsa ini Nabi Muhammad sempat salat sunnah sebelum kemudian menjalani Miraj, yakni dari Dome of The Rock -yang saat itu masih jadi satu bagian tak terpisah dengan Masjidil Aqsa- ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi untuk menerima wahyu Salat.
Ruang salat di Masjid Al Aqsa (Erwin Dariyanto/detikTravel)
(erd/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh