Ho Chi Minh City terbagi menjadi beberapa distrik. Biasanya turis lebih banyak datang ke Distrik 1 karena memang menjadi pusat kota dan banyak objek wisata di sana. Berlawanan dengan Distrik 1 yang padat, Distrik 7 tampak lebih sepi dan tenang, apalagi di pagi hari.
detikTravel singgah di Distrik 7 beberapa pekan lalu, tepatnya di kawasan Phu My Hung. Jika dari Distrik 1, perjalanan dengan kendaraan bermotor memakan waktu sekitar 45 menit, tergantung kelancaran lalu lintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Kurnia/detikTravel)
Saya pun mencoba jalan kaki berkeliling kawasan PHu My Hung di pagi hari. Sejumlah warga tampak berolahraga seperti jogging dan berdiri di trotoar untuk melakukan berbagai gerakan pemanasan. Sesekali, terlihat juga bule-bule yang berjalan hilir mudik.
Di salah satu sisi jalan, ada seorang wanita dengan motor yang penuh dengan minuman dan buah-buahan. Dia menghentikan motornya dan tampak menyiapkan dagangannya yang memenuhi jok belakang motor. Satu dua warga yang lewat ada juga yang berhenti untuk membeli minuman sambil mengobrol dengan si pedagang.
(Kurnia/detikTravel)
Motor yang melintas di sini juga cukup banyak, tapi tak seramai di Distrik 1. Anak-anak berseragam tampak dibonceng motor bersama sang ayah. Tak sedikit juga pengendara motor berpakaian rapi yang sepertinya sedang menuju ke kantor.
Melihat suasana pagi di Phu My Hung ini cukup menarik juga untuk mengisi liburan. Buat traveler yang bosan dengan kepadatan kota, Phu My Hung bisa menjadi destinasi yang tepat.
Untuk objek wisatanya, di sini ada Danau Sabit yang berbentuk setengah lingkaran dan Crescent Mall yang termasuk salah satu pusat perbelanjaan modern paling oke di Ho Chi Minh. Saat akhir pekan tiba, biasanya danau dan mal itu akan ramai oleh para ekspatriat dan sejumlah turis.
(Kurnia/detikTravel)
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Viral Bule Hadang Mobil di Nusa Dua, Ia Berlutut Minta Tolong