The Holy Sepulchre Church dikenal juga sebagai situs Golgota dan diyakini sebagai tempat terakhir jalur Via Dolorosa alias jalan penderitaan. Inilah lokasi penyaliban Yesus Kristus. Letaknya tak jauh dari Tembok Ratapan dan Masjid Al Aqsa yakni di atas bukit Golgota. Momen Natal, menjadi salah satu momen wisatawan berwisata rohani ke sini.
Beberapa waktu lalu, detikTravel berkesempatan mengunjungi The Holy Sepulchre Church, tempat Yesus dimakamkan. Dari Tembok Ratapan, detikTravel menyusuri jalan setapak di Kota Tua Yerusalem. Suasana kota lama sangat terasa saat menyusuri jalan menuju Gereja Makam Yesus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antrean wisatawan di Gereja Makam Yesus (Erwin/detikTravel) |
Gereja Makam Yesus disebut dibangun pada kurun waktu 325 sampai 335 Masehi oleh Santa Helena, ibu dari Kaisar Konstantinus. Arsitektur gereja ini begitu megah nan anggun. Masuk ke dalam area makam Yesus suasana begitu hening dan khidmat.
Setelah pintu masuk, pengunjung bisa menjumpai altar batu yang disebut sebagai tempat diletakkan jenazah Yesus setelah diturunkan dari kayu salib. Para peziarah Katolik berdoa dulu di altar tersebut sebelum menyusuri ruang dalam Gereja Makam Yesus.
Di sebelah kiri pintu masuk, pada bagian belakang gereja tak jauh dari altar batu terdapat satu kompleks altar lainnya yang berbentuk cungkup dengan pintu sempit dan kecil.
"Di sini diyakini sebagai makam Yesus sekaligus dia mengalami kebangkitan," kata Roley Horowitz warga Israel keturunan India yang memandu detikTravel.
Antrean di depan pintu altar makam Yesus cukup panjang. Hanya pengunjung yang memakai pakaian menutup semua bagian badan yang boleh masuk ke altar makam Yesus.
Wujud Gereja Makam Yesus yang sekarang disebut sudah hasil renovasi dengan mempertahankan bentuk aslinya. Menjelang Paskah, The Holy Sepulchre Church ramai dikunjungi oleh umat Nasrani yang ingin berziarah.
Lukisan penyaliban Yesus (Erwin/detikTravel) |












































Antrean wisatawan di Gereja Makam Yesus (Erwin/detikTravel)
Lukisan penyaliban Yesus (Erwin/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong