Pulau Cantik Italia Bekas Penjara Mussolini

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pulau Cantik Italia Bekas Penjara Mussolini

Johanes Randy Prakoso - detikTravel
Selasa, 02 Feb 2016 17:50 WIB
Pulau Cantik Italia Bekas Penjara Mussolini
Pulau Ponza di Italia (Proloco Ponza/Facebook)
Latina - Jika Jerman punya diktator Hitler, maka Italia punya Benito Mussolini. Bekas penjaranya di pulau cantik Ponza pun ramai didatangi wisatawan.

Setelah jatuh dari tampuk kekuasaaan, diktator Italia Benito Mussolini diasingkan dan dipenjarakan di sebuah pulau Italia pada Juli 1943. Dilansir detikTravel dari CNN, Selasa (2/2/2016) kini pulau bekas penjara Mussolini itu populer di kalangan wisatawan.

Sejarah menuliskan masa-masa gelap Italia di bawah pemerintahan diktator Benito Mussolini saat Perang Dunia II. Namun setelah memimpin Italia dari tahun 1922 hingga 1943, akhirnya ia digulingkan dan dipenjarakan di Pulau Ponza selama 10 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal sebelum Benito digulingkan dan dipenjarakan, Pulau Ponza merupakan lokasi penahanan bagi para tawanan hingga musuh politik Benito. Ironis, akhirnya malah ia yang dipenjarakan di sana.

Benito Mussolini (AFP)

Atas nama besar Benito Mussolini atau yang dikenal juga sebagai 'Il Duce' atau sang pemimpin, Pulau Ponza yang menjadi lokasi penahanannya menjadi tempat populer. Tidak sedikit wisatawan yang datang untuk mencari tahu kisah sang diktator yang terkenal macho itu.

Semasa ditahan, penginapan Pensione Silvia menjadi saksi bisu dari masa-masa pengasingan Benito di Pulau Ponza. Cucu dari sang pemilik penginapan, Silveria Aroma diketahui punya banyak cerita tentang sang dikatator kala itu.

"Ia (Benito) mencoba untuk menggoda nenek saya di Pantai Frontane dengan hanya mengenakan sepasang celana boxer berwarna putih," ujar Silveria Aroma.

Namun tidak hanya Silveria yang punya kisah lain tentang Benito. Dahulu polisi dan masyarakat di Pulau Ponza sering menyebut Benito dengan sebutan 'Yang Mulia' walau telah digulingkan, disertai dengan lambaian tangan fasis khas Benito.


Penginapan Benito di Pulau Ponza (pensionesilvia.it)

Namun dibalik kesan tegas sang diktator, Benito juga dikenal memiliki jiwa seorang negarawan. Seorang pastur bernama Capone yang pernah ditemui Benito berkata, bahwa Benito merasa kesal saat melihat jalanan Ponza yang buruk. Bahwa ternyata dana yang diberikan pemerintah untuk perawatan jalan tidak pernah sampai ke lapangan.

Naas, nyawa Benito dan istrinya harus berakhir di tiang gantungan Kota Milan pada tahun 1945. Namun kisah Benito tetap menarik dan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin tahu.

Kini Pantai Frontane dan Pulau Ponza kian populer sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan di Italia. Tampak dari payung pantai warna-warni yang dijajarkan di pantai. Agaknya wisatawan juga ingin menikmati keindahan Pulau Ponza seperti Benito dulu.

Pemandangan cantik Pulau Ponza (pensionesilvia.it)

(rdy/rdy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads