Menghentikan tangis seorang bayi seringkali menjadi hal yang sulit bagi para orangtua. Tapi dalam sebuah festival di Jepang yang berlangsung setahun sekali, banyak orang malah bersemangat membuat bayi menangis. Tentunya dengan tujuan yang baik.
Ditengok detikTravel dari CNN, Selasa (19/4/2016), festival tersebut bernama Nakizumo yang bisa diartikan sebagai sumo menangis. Tradisi ini sudah berlangsung di beberapa area di Jepang sejak ratusan tahun yang lalu, misalnya saja di Kuil Sensoji, Asakusa, Tokyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Ronin Dave/Youtube) |
Nakizumo biasanya diadakan setiap hari Minggu yang keempat di bulan April. Setiap pelaksanannya, puluhan bayi akan datang bersama orangtuanya ke kuil. Di sana, telah disiapkan panggung yang cukup besar lengkap dengan arena pertandingan sumo.
Nah, dalam festival ini memang dibuat semacam pertandingan sumo. Tapi para pesumo tidak akan saling dorong, melainkan berlomba membuat para bayi menangis. Pesumo yang lebih dahulu berhasil membuat bayi menangis akan menjadi juaranya, namun kalau kedua bayi menangis di saat yang sama maka tangisan yang paling kencang pemenangnya.
Ibu-ibu pun menunggu giliran bayinya digendong seorang pesumo dan dibawa ke arena pertandingan. Ketika kompetisi dimulai, pesumo akan melakukan berbagai cara supaya anak yang digendong bisa segera menangis.
(Ronin Dave/Youtube) |
Tentunya dengan cara halus yang tidak menyakiti sang anak. Ada yang mengangkatnya perlahan ke udara, menakuti dengan topeng hingga membuat suara seram.
Hal ini dilakukan bukan tanpa tujuan. Konon, semakin kencang bayi menangis maka semakin banyak dewa yang memberkati. Bayi pun akan tumbuh danΒ berkembang dengan sehat serta kuat. Tangisan bayi juga bisa mengusir roh jahat.
Buat traveler yang penasaran, traveler yang berencana traveling ke Tokyo bulan ini jangan lupa mampir ke Kuil Sensoji. Pastinya menyaksikan festival ini bisa jadi pengalaman liburan yang tak terlupakan.
(AFP) |












































(Ronin Dave/Youtube)
(Ronin Dave/Youtube)
(AFP)
Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun