Paris memiliki Masjid Raya Paris atau Grande Mosque de Paris. Lokasinya di 2bis Place du Puits de l'Ermite, 75005 Paris, Prancis.
detikTravel berkesempatan ke masjid ini bersama dengan manajemen dan mitra hijab Elzatta pada minggu lalu. Saat pertama melihat dari luar, arsitektur masjid terlihat sangat kental Muslim Spanyol dan dekorasinya berwarna-warni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Niken/detikTravel)
Masjid ini dibangun setelah Perang Dunia I sebagai tanda terima kasih Perancis kepada imigran Muslim seperti warga Maroko yang turut berperang melawan pasukan Jerman.
Menara masjid ini memiliki tinggi 33 meter. Masjid ini diresmikan oleh Presiden Gaston Doumergue pada 15 Juli 1926. Masjid ini merupakan masjid terbesar di Eropa.
Di masjid yang berada di lahan kurang lebih satu hektar ini, juga terdapat taman yang indah. Di komplek masjid ini juga tersedia cafe, restoran dan toko yang menyediakan makanan dan barang yang dibutuhkan oleh traveler Muslim.
Masjid Agung Paris ini terbuka untuk umum karena itu boleh dikunjungi juga oleh non muslim. Berwisata ke masjid ini gratis untuk umat Muslim, sedang bagi non muslim diarahkan untuk memasukkan uang ke sebuah guci yang digunakan untuk keperluan masjid.
(Niken/detikTravel)
Saat terjadi Perang Dunia II, di mana Paris diduduki oleh tentara Nazi Jerman, masjid ini dijadikan sebagai tempat perlindungan rahasia untuk warga Aljazair dan orang Yahudi Eropa. Mereka pun aman dari dari penganiayaan tentara Nazi Jerman.
Masjid yang berada di lahan kurang lebih satu hektar. Selain masjid terdapat taman yang indah. Di komplek masjid ini juga tersedia toko buku yang dibutuhkan oleh para Muslim.
Sebelum ke masjid kita harus wudhu terlebih dahulu. Wudhu di masjid-masjid di Eropa sambil duduk. Air wudunya sangat dingin.
(Niken/detikTravel)
Lokasi salat kaum hawa berbeda dengan kaum Adam. Bagi kaum Adam, lokasi salat berada di depan namun lokasi wudunya berada di belakang dekat tempat Salat kaum Hawa. Sementara bagi kaum Hawa, lokasi salat berada di belakang dan lokasi wudu di depan berdekatan dengan lokasi salat kaum Adam.
Saat masuk untuk salat Zuhur dan Ashar, aroma Hajar Aswad sangat kentara. Di sana sudah ada beberapa umat Muslim lainnya sedang salat. Kami pun berjamaah salat Zuhur dan Asar yang dijamak. Kami salat dengan khusyuk dan setelah salat kami berdoa dengan khusyuk.Β
(nwy/shf)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru