Secara angka, Gunung Tanigawa yang memiliki ketinggian 1.977 Mdpl mungkin tidak bisa disandingkan dengan Everest. Dilansir detikTravel dari situs Visit Gunma, Kamis (12/5/2016), tapi gunung di Jepang tersebut ternyata lebih banyak menelan korban jiwa.
Faktanya, sejak tahun 1930 hingga hari ini terhitung sudah ada 800 orang yang meninggal di Gunung Tanigawa. Atau kurang lebih empat kali lebih banyak dari jumlah korban jiwa yang meninggal di Gunung Everest di periode yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
mematikan namun indah (Visit Gunma)
Tidak mengapa, lokasi Gunung Tanigawa menjadi tempat pertemuan antara benua Asia dan Pasifik. Hal tersebut membuat puncak gunung bersalju dan tidak jarang terjadi badai. Satu yang pasti, gunung tersebut sangat mematikan saat musim dingin.
Kejadian longsor yang disertai badai sangat sering terjadi saat musim dingin. Oleh sebab itu, pendakian di musim dingin hanya dibolehkan untuk para pendaki profesional yang sudah disetujui oleh petugas setempat.
Wisatawan yang mengagumi keindahan Gunung Tanigawa (Visit Gunma)
Gunung ini juga dianggap keramat (Visit Gunma)
Namun untuk lebih amannya, traveler bisa mendaki Gunung Tanigawa antara bulan Juli ke November. Saat itu Gunung Tanigawa tidak menunjukkan kengerian melainkan keindahan.
Di musim gugur, pepohonan yang meranggas akan tampak cantik menghiasi lembah dan setiap sudut Gunung Tanigawa. Selain itu juga ada resort ski di Gunung Tanigawa yang populer saat musim dingin.
Jadi apabila ingin mendaki atau menikmati keindahan Gunung Tanigawa, datanglah saat ia sedang ramah. Dijamin traveler akan terpesona pada kecantikannya.
Ada resort ski yang populer saat musim dingin (Visit Gunma)
(rdy/rdy)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong