Trend baru itu pun langsung ramai diberitakan oleh berbagai media Asia, seperti Shanghaiist, The Coverage dan Nextshark. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Rabu (18/5/2016), media The Local Society menyebutkan bahwa daya tariknya terletak pada pelayannya yang seksi.
Seperti yang telah diketahui, trend minuman bubble tea pertama kali berkembang di Kota Taichung, Taiwan. Awal kata bubble yang merujuk pada jeli berwarna hitam dalam minuman itu sendiri merujuk pada kata 'boba' yang memiiki arti payudara besar dalam bahasa setempat, seperti diberitakan media Nextshark.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Traveler yang datang pun akan disuguhkan minuman bubble tea yang dikemas sedemikian rupa dalam gelas berbentuk lampu bohlam. Tapi tentu saja, daya tarik yang sebenarnya terletak pada pelayan yang sedikit menggoda.
Selain berparas cantik, mereka pun memakai pakaian yang menampilkan belahan dada. Bukan hanya sekedar mengintip, tapi traveler yang datang akan dibuat kembang kempis jika melihatnya langsung. Agaknya itu adalah bagian dari strategi marketing seperti diberitakan The Coverage.
Jadi sudah bisa menikmati bubble tea, dapat bonus pemandangan indah pula dari pelayannya. Jika ingin mampir saat sedang liburan ke Taiwan, pastikan Anda sudah cukup umur ya!
(rdy/krn)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Potret IKN Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan, Jadi Ibu Kota 2028