Menyusuri Sungai yang Mengalir di Perbatasan 3 Negara
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Laos

Menyusuri Sungai yang Mengalir di Perbatasan 3 Negara

Baban Gandapurnama - detikTravel
Rabu, 15 Jun 2016 18:50 WIB
Menyusuri Sungai yang Mengalir di Perbatasan 3 Negara
Patung Buddha di puncak bukit tepian Sungai Mekong (Baban/detikTravel)
Vientiane - Sungai Mekong mengalir di Golden Triangle, yang merupakan kawasan perbatasan Thailad, Laos dan Myanmar. Menyeberangi sungai itu pun jadi pengalaman tak terlupa.

detikTravel bersama awak media dari Indonesia berkesempatan menyusuri Sungai Mekong atas undangan Tourism Authority of Thailand pekan lalu. Saat itu rombongan berangkat dari Chiang Rai di Thailand menuju Desa Donesao di Laos.

Lokasi tempat naik perahu di Chiang Rai, bagian utara Thailand, disebut juga Golden Triangle yang merupakan perbatasan tiga negara. Traveler dapat sekaligus menyaksikan langsung Thailand, Laos dan Myanmar. Ketiga negara tersebut dilintasi titik bersatunya Sungai Mekong dan anak Sungai Ruak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jelang tengah siang, waktu itu, para jurnalis tiba di kuil peninggalan abad ke-8 bernama Phra That Doi Pu Khao yang berciri khas patung Buddha raksasa bercat emas. Posisi patung itu berada di puncak bukit yang secara wilayah masuk teritori Thailand.

(Baban/detikTravel)
"Butuh waktu 15 menit dari sini (kuil) menuju Laos. Kita naik perahu," kata Jack, pemandu wisata.

Pegunungan 'Segitiga Emas' ini terbilang daerah aman. Kini zona tersebut menjadi salah satu destinasi wisata yang 'diburu' turis.

Satu kantor imigrasi di seputaran kuil tersebut untuk mendata identitas pemilik paspor sebelum menyeberang ke Laos. Tak perlu visa, pelancong hanya membayar tarif kapal dan pajak masuk ke Desa Donesao, Laos.

(Baban/detikTravel)
Pengunjung mesti melintasi jembatan menurun ke tepian sungai. Nampak perahu-perahu kayu berjejer yang siap mengantarkan turis ke tanah Laos.

"Gunakan rompi pelampung," ucap Jack.

Setelah siap, perahu pun perlahan mulai berlayar. Satu perahu yang membawa lima orang ini membelah sungai berair cokelat ke titik pemberhentian di tanah Laos. Setiba di dermaga, banyak bocah Laos mengerubuti wisatawan. Mereka berharap turis memberikan uang.

(Baban/detikTravel)
Di dermaga turis tak serta merta langsung bebas jelajah desa. Namun tetap mesti memperlihatkan paspor untuk pendataan di kantor imigrasi setempat.

Penduduk desa tersebut menyambut pelancong dengan menjajakan aneka rupa produk yang antara lain suvenir, tas, sandal, sepatu, kaca mata. Selain itu ada pula minuman ekstrem yang seperti whiskey dalam botol kaca. Tapi itu bukan minuman biasa, melainkan whiskey ular dan kalajengking.

(Baban/detikTravel)
(rdy/krn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads