Restoran dengan menu utama kue-kue cantik nan manis ini dibangun pada tahun 1894. Dengan begitu usianya kini sudah lebih dari 120 tahun. Boleh dibilang tempat ini tumbuh bersama perjalanan sejarah Kota Rio de Janiero.
Dari luar penampilan restoran ini sudah sangat klasik. Di bagian depan berderet lemari-lemari kaca dengan aneka koleksi perangkat makan mulai dari piring, gelas, serta cangkir-cangkir klasik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlengkapan makan yang kuno (Ken/detikTravel)
Aneka kue dengan bentuk dan warna menggiurkan sudah memanggil-manggil pengunjung dari balik lemari saji di area depan. Silakan dipilih mau yang asin seperti cozinha, pastel, atau kroket. Atau bisa juga memilih kue-kue manis seperti tarte, bolu, maupun pie.
Di jam makan siang, restoran ini selalu penuh pengunjung. Pramusaji hilir mudik dengan nampan di tangan kiri. Mereka sigap melayani pengunjung. Sayangnya tak semua pelayan bisa berbahasa Inggris.
Hal itu cukup merepotkan wisatawan yang tidak mengerti bahasa Portugis seperti saya. Namun saya cukup terbantu dengan adanya Google Translate. Saya tinggal mengetik kalimat dalam bahasa Inggris dan mentranslatenya dengan bahasa Portugis.
Hasil translate itu kemudian saya tunjukkan ke pelayan. Dan dia pun mengerti apa yang ingin saya tanyakan atau pesan. Cara ini juga saya lakukan saat berbelanja atau bertanya arah kepada orang-orang Rio.
Minuman paling wajib dipesan di restoran ini adalah Cappuccino. Dihidangkan dalam cangkir ramping dengan buih menumpuk di permukaan. Rasa kayu manis dan coklat terasa mendominasi.
Jejeran meja yang ada di sana (Ken/detikTravel)
Jika suka kue manis, pilihlah pie coklat. Kulit pie-nya kering, renyah, dan kres di lidah. Isinya tentu saja coklat tebal nan lembut dengan hiasan pemanis bertuliskan βColomboβ di atasnya.
Sebagian resep kue di restoran ini sudah bertahan selama puluhan tahun bahkan hitungan abad. Rivadavia sponge cake, misalnya, adalah kue dengan lapisan susu di dalamnya dan dibalut fondant (icing sugar). Pertama kali pada tahun 1930.
Ada pula roti Petropolis yang dibuat pertama kali seabad lalu dan hingga hari ini masih terus diproduksi. Ada juga kroket yang menjadi salah satu makanan khas Rio de Janiero yang lezat.
Bagi orang Brasil, berkunjung ke restoran ini adalah semacam kewajiban. "Setiap kali berkunjung ke Rio, saya pasti mampi ke sini," ujar Lyenia, seorang warga Brasil yang tinggal di Sao Paolo.
Interior Confeitaria Colombo sarat dengan sentuhan art nouveau. Seluruh dinding didominasi cermin menjulang dengan bingkai kayu rosewood berukir bunga dan dedaunan.
Bagian depan toko kue (Ken/detikTravel)
Ukiran-ukiran itu dibuat oleh seniman Antonio Borsoi. Ruang makan restoran juga dihiasi lampu-lampu cantik. Inilah yang membuat banyak orang ingin selalu berkunjung ke sana.
Selain menikmati kue, kopi, atau teh, banyak pengunjung, khususnya wisatawan dari luar Brasil yang baru pertama kali datang berfoto dengan latar interior yang unik.
(ken/shf)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh