Salah satu alasan traveler mengunjungi suatu destinasi adalah tradisi masyarakatnya. Tradisi yang sulit ditemukan di tempat lain, atau mungkin kadang tak pernah kita pikirkan keeksisannya. Seperti di Kota Accra, Ghana terdapat tradisi menguburkan jenazah di dalam peti mati dengan berbagai rupa.
Kota Accra sendiri merupakan kota terbesar sekaligus ibukota negara Ghana. Sejak tahun 1950, telah berdiri suatu toko yang menjual peti mati bernama Kane Kwei. Seperti ditengok detikTravel dari situs resmi Kane Kwei, Senin (25/7/2016) toko ini membuat banyak peti mati yang lucu dan unik!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peti mati yang berbentuk mobil, unik! (Kane Kwei)
Sejak puluhan tahun lalu, masyarakat Kota Accra memesan peti mati dalam berbagai bentuk yang melambangkan kehidupan orang yang sudah meninggal. Misalnya begini, jika ada orang meninggal yang prosefinya sebagai pilot, maka peti matinya berupa pesawat.
Beda lagi jika yang meninggal adalah seorang nelayan, maka peti matinya berupa perahu atau ikan-ikan yang pernah ditangkapnya. Atau yang meninggal adalah seorang supir bus, peti matinya adalah berbentuk bus.
Peti mati bentuknya ayam, mungkin dulunya yang meninggal seorang peternak ayam (Kane Kwei)
Peti mati berbentuk palu (Kane Kwei)
Malah sampai ada peti mati berbentuk botol minuman (Kane Kwei)
Entah bagaimana ceritanya, namun hal tersebut sudah berlangsung sejak lama dan masih dipertahankan hingga sekarang. Pembuatan peti mati itu pun dinilai sebagai bentuk penghormatan terakhir, kepada orang yang telah meninggal.
Ketika proses penguburan, peti matinya akan diarak keliling kota. Berbagai upacara adat turut digelar, bertujuan untuk mendoakan sang jenazah. bagi traveler yang sedang berada di Kota Accra, ini bisa jadi tontonan sekaligus momen untuk mengenal kehidupan masyarakatnya lebih dekat.
Jadi siapa bilang, peti mati selamanya menyeramkan...
Para pembuat peti mati di Kane Kwei, Ghana (Kane Kwei)
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong