Gemas! Memeluk Koala di Lone Pine Sanctuary Brisbane
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Australia

Gemas! Memeluk Koala di Lone Pine Sanctuary Brisbane

AN Uyung Pramudiarja - detikTravel
Senin, 15 Agu 2016 15:50 WIB
Gemas! Memeluk Koala di Lone Pine Sanctuary Brisbane
Memeluk koala seperti ini bisa dilakukan di Lone Pine Koala Sanctuary (Uyung/detikTravel)
Brisbane - Siapa tak kenal koala, salah satu satwa endemis yang menggemaskan di Australia? Kesempatan untuk bermanja-manja dan memeluk satwa yang dilindungi tersebut hanya bisa didapat di Queensland.

Salah satu lokasi terbaik untuk bertemu dan memeluk koala adalah Lone Pine Koala Sanctuary, yakni cagar alam seluas 18 hektar di wilayah suburban Pig Tree Pocket. Cagar alam tertua di dunia untuk koala yang didirikan tahun 1927 ini berjarak sekitar 15-20 menit berkendara dari pusat Kota Brisbane.

Lone Pine Koala Sanctuary buka setiap hari pukul 09.00 hingga 17.00 waktu setempat, dengan harga tiket AUD 36 (Rp 360 ribu) untuk dewasa dan AUD 22 (Rp 220 ribu) untuk anak usia 3-13 tahun. Keluarga yang terdiri 2 dewasa dan 3 anak dikenai tarif AUD 85 (Rp 850 ribu), sedangkan 'keluarga mini' yang terdiri dari 1 dewasa dan 3 anak cukup membayar AUD 60 (Rp 600 ribu).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pintu masuknya (Uyung/detikTravel)

Di tempat ini, pengunjung bisa lebih mengenal keragaman hayati di Benua Biru. Persis di pintu masuk, pengunjung bisa melihat langsung sarang lebah madu khas Australia. Keunikannya adalah berukuran sangat kecil yakni sekitar 4mm, dan tidak bisa menyengat!

Berbagai jenis satwa endemis juga bisa ditemukan di tempat ini. Di antaranya adalah wombat, 'sepupu' koala yang senang menggali luang di tanah. Juga ada platyphus, satu-satunya mamalia yang bertelur. Tazmanian devil yang legendaris juga bisa dijumpai di cagar alam ini.

Kesempatan untuk memeluk koala adalah daya tarik utama bagi para pengunjung Lone Pine Koala Sanctuary. Karena binatang manja ini mudah stres, pengunjung tidak bisa berlama-lama memeluknya. Petugas hanya akan meminjamkan koala setelah pengunjung benar-benar siap dengan posenya.


Koala yang sedang asyik bersantai (Uyung/detikTravel)

Tidak semua pengunjung beruntung mendapatkan pose mesra dengan koala. Waktu yang diberikan relatif sangat singkat, sementara petugas kadang-kadang juga butuh waktu tersendiri untuk membujuk koala yang sedang 'bad mood' agar mau memalingkan muka ke arah kamera saat difoto.​​

Jam kerja koala dalam melayani sesi foto bersama pengunjung juga sangat dibatasi, maksimal 30 menit untuk setiap koala. Selebihnya, koala akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk makan dan tidur. Hampir semua aktivitasnya dilakukan di atas pohon.

Tidak heran jika koala tampak begitu malas, sebab binatang ini menjalankan diet rendah energi dengan hanya memakan daun eucalyptus. Kegemaran mereka adalah memakan daun yang masih muda, karena mudah dikunyah dan paling banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan koala.


detikTravel pun mencoba memeluknya (Uyung/detikTravel)

Kesempatan yang juga tidak boleh dilewatkan adalah memberi makan kanguru. Tiap pengunjung mendapatkan sekantong kecil konsentrat pakan hewan untuk dibawa masuk Kangaroo Feeding Area. Cukup banyak kanguru jinak di tempat ini, sehingga pengunjung tidak perlu saling berebut.




(up/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads