Danau Bekas Tambang di Wales yang Dijuluki Kolam Kematian

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Danau Bekas Tambang di Wales yang Dijuluki Kolam Kematian

Johanes Randy Prakoso - detikTravel
Selasa, 20 Sep 2016 07:55 WIB
Danau Bekas Tambang di Wales yang Dijuluki Kolam Kematian
Foto: Dorothea Quarry dari udara (coflein.gov.uk)
Gwynedd - Di sisi Barat Laut Wales, Britania Raya, terdapat bekas tambang yang kini menjadi danau. Masyarakat lokal bahkan menjulukinya sebagai kolam kematian. Kenapa ya?

Dibuka tahun 1829, tambang Dorothea Quarry di Wales beroperasi hingga tahun 1970. Dilansir detikTravel dari situs resmi Pemerintah Wales, Selasa (20/9/2016) kini bekas tambang tersebut telah bertransformasi menjadi danau sekaligus tempat wisata.

Sekilas danau bekas tambang itu tampak biasa, namun ternyata ada fakta kelam di baliknya. Dorothea Quarry telah memakan korban sekitar 25 orang sejak tahun 1990. Oleh sebab itu, masyarakat lokal menjulukinya sebagai kolam kematian seperti diberitakan Daily Mail.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mayoritas korban adalah para diver amatir yang meremehkan kedalamannya, sehingga harus berakhir dengan hilangnya nyawa. Dorothea quarry sendiri memiliki kedalaman hingga 106 meter dari permukaan. Jadi bukan main-main.

Menurut fotografer bawah laut Inggris yang telah memiliki pengalaman selama 20 tahun, Paul Kay, sebenarnya Dorothea Quarry tidak berbahaya. Tapi para diver lah yang kurang hati-hati.

"Saya kira tidak ada hal fundamental yang berbahaya di Dorothea, masalahnya tidak ada regulasi dan orang-orang pikir mereka bisa menalukkannya padahal tidak," ujar Paul.

Masalahnya sejak awal Dorothea Quarry memang tidak diperuntukkan sebagai tempat diving. Selain dalam, tidak tersedia dive center yang memadai. Belum lagi temperatur danau yang bisa drop saat musim dingin.

Dorothea Quarry memang menjadi salah satu objek wisata, tapi sangat tidak disarankan bagi traveler untuk melakukan aktivitas diving. Salah-salah bisa berakibat pada hilangnya nyawa. (aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads