Dibuka tahun 1829, tambang Dorothea Quarry di Wales beroperasi hingga tahun 1970. Dilansir detikTravel dari situs resmi Pemerintah Wales, Selasa (20/9/2016) kini bekas tambang tersebut telah bertransformasi menjadi danau sekaligus tempat wisata.
Sekilas danau bekas tambang itu tampak biasa, namun ternyata ada fakta kelam di baliknya. Dorothea Quarry telah memakan korban sekitar 25 orang sejak tahun 1990. Oleh sebab itu, masyarakat lokal menjulukinya sebagai kolam kematian seperti diberitakan Daily Mail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut fotografer bawah laut Inggris yang telah memiliki pengalaman selama 20 tahun, Paul Kay, sebenarnya Dorothea Quarry tidak berbahaya. Tapi para diver lah yang kurang hati-hati.
"Saya kira tidak ada hal fundamental yang berbahaya di Dorothea, masalahnya tidak ada regulasi dan orang-orang pikir mereka bisa menalukkannya padahal tidak," ujar Paul.
Masalahnya sejak awal Dorothea Quarry memang tidak diperuntukkan sebagai tempat diving. Selain dalam, tidak tersedia dive center yang memadai. Belum lagi temperatur danau yang bisa drop saat musim dingin.
Dorothea Quarry memang menjadi salah satu objek wisata, tapi sangat tidak disarankan bagi traveler untuk melakukan aktivitas diving. Salah-salah bisa berakibat pada hilangnya nyawa. (aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru