Maskapai penerbangan Japan Airlines (JAL) memiliki ruang tunggu eksklusif bagi para penumpangnya di pelabuhan udara Narita, Tokyo, Jepang. Lokasinya persis di pintu keluar ruang pemeriksaan imigrasi.
Lounge ini utamanya diperuntukkan bagi penumpang kelas satu dan bisnis. Tapi penumpang kelas ekonomi yang memiliki kartu gold JAL pun dapat menikmatinya. detikTravel sempat mengunjungi Sakura Lounge ini pekan lalu, dalam media trip atas undangan Japan National Tourism Organization (JNTO) 17-21 Oktober.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja untuk pijat, harus dipesan beberapa menit sebelumnya karena jumlah tenaga pemijat yang terbatas. Bagi yang tak kebagian tukang pijat, jangan khawatir. Di ruangan lain di lantai satu lounge itu tersedia lima kursi pijat luks.
Kita tak cuma dipijat sambil duduk seperti di kursi pijat yang ada di mal-mal, tapi juga bisa sampai rebahan. Pencahayaan di ruangan kursi pijat ini dibuat sedikit temaram dan bertirai, dengan alunan musik jazz instrumentalia.
Sekitar 15 menit mencoba kursi pijat ini, nyaris membuat detikTravel terlelap andai seorang teman tak mengingatkan untuk melanjutkan perjalanan melihat-lihat setiap sudut lounge ini.
Di lantai satu para penumpang dapat duduk santai di kursi-kursi empuk sambil
menghadap deretan pesawat yang terparkir. Tersedia kue-kue ringan khas Jepang serta aneka jus, bir, hingga sake dan minuman beralkohol lainnya.
Sementara di lantai atas terhidang aneka makanan berat yang disajikan secara prasmanan. Menu favorit adalah gulai sapi yang aromanya sungguh mengundang selera. Menu ini melengkapi sajian menu khas Jepang lainnya, selain juga ada menu ala Barat.
Agar acara santap bisa lebih leluasa, para traveler yang membawa tas jinjing dapat menitipkannya di loker khusus. Kuncinya dapat kita bawa atau dititipkan ke petugas. Semua staf di lounge ini bersikap ramah dan cekatan dalam melayani para tamunya. Sikap mereka melengkapi kebersihan dan kenyamanan suasana yang terbangun. Jauh dari hiruk-pikuk suasana mal dan antrean imigrasi yang melelahkan.
Di lounge satu detikTravel sempat mengintip kamar dengan bed yang cukup untuk rebahan satu orang. Seorang staf JAL di lounge itu mengingatkan untuk tidak memotret seorang penumpang yang tengah terlelap di kamar itu.
"Thank you for not take a picture sir," ujarnya ramah.
Di bagian lain, tiga anak balita tampak asyik bermain lego. Di ruangan itu juga berderet majalah dan buku komik, serta video animasi khas Jepang.
Wajar bila JAL punya lounge begitu luas dan beragam fasilitas untuk memanjakan penumpangnya. Beda dengan premium lounge di Soekarno-Hatta yang digunakan bersamaan dengan maskapai asing lainnya.
"Ya iyalah, Narita kan ibaratnya rumah sendiri, bro," celetuk seorang teman. (jat/krn)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh