Nelayan Ishikari, Sapporo, Jepang, setiap hari harus bergelut dengan licinnya pantai di sana. Mereka pun menciptakan sepatu anti licin, yang terbuat dari kulit salmon.
Kawasan Ishikari memang terkenal sebagai penghasil ikan salmon. Namun musim dingin di Pulau Hokkaido yang panjang memaksa mereka untuk memutar akal guna menghadapi licinnya kawasan pantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kulit ikan Salmon dipakai sebagai penutup kaki hingga bagian telapaknya dan ditambahi bahan lain sehingga membentuk sepatu bot. Tekstur kulit ikan ini cukup sempurna di atas permukaan es dan salju, sehingga nelayan dapat bergerak bebas tanpa takut terpeleset.
Foto: Pengunjung bersama sepatu kulit salmon (Aryo/detikTravel) |
Namun mereka harus hati-hati ketika menyimpan sepatu itu. Karena seringkali dicuri kucing.
Saat ini sepatu kulit salmon sudah tak digunakan lagi. Teknologi pembuatan sol sepatu telah berkembang untuk membuat sepatu yang anti selip.
Ishikari Sand Dunes Museum pun sekarang menyimpan barang-barang tradisional nelayan Jepang. Mereka juga menampilkan penggalian arkeologi yang dilakukan di sekitar Ishikari.
Kehidupan nelayan di daerah ini sudah terbentuk sejak 4.000 tahun lalu. Mereka menangkap ikan salmon menggunakan perangkap.
Museum ini juga mencatat menurunnya populasi ikan starjump. Ikan ini ditangkap karena telurnya, sehingga populasi terus merosot.
Foto: Pemandu menjelaskan tentang isi Ishikari Sand Dunes Museum (Aryo/detikTravel) |












































Foto: Pengunjung bersama sepatu kulit salmon (Aryo/detikTravel)
Foto: Pemandu menjelaskan tentang isi Ishikari Sand Dunes Museum (Aryo/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong