Dilihat dari BBC, Kamis (5/1/2017), Situs arkeologi ini bernama the Lost Maya City of Lacanja. Bangunan ini berada di selatan hutan Guatemala.
Situs ini pertama kali ditemukan pada tahun 1930an. Itu berarti pepohonan dan tanaman merambat sudah menempel ke dalam bangunan. Sampai saat ini belum ada peneliti yang menggali tentang tempat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini hanya tinggal 700 Suku Maya Lacandon yang masih tinggal di hutan hujan. Mereka mengunakan tunik berwarna putih jika berada di dekat hutan.
"Di hutan saya pakai tunik, tapi saya tidak ingin meninggalkan hutan dengan masih menggunakan tunik. Karena saya mungkin akan mendapatkan masalah dari kelompok-kelompok pribumi lainnya," Ujar Daniel, salah satu Suku Maya Lacadon.
Tradisi lama suku ini pun sudah lama ditinggalkan dan sudah tidak dibicarakan lagi. Di balik hutan Guatemala, situs ini tak tersentuh dan dibiarkan terbengkalai. Padahal Lost Maya City of Lacanja di kelilingi dengan pemandangan super cantik dan teduh.
Traveler yang mau menjelajah ke sini bisa menghubungi Suku Maya setempat, karena situs ini berada jauh di dalam hutan dan tersembunyi. (bnl/krn)
