Kota tua Munich adalah area yang sangat besar dan bebas dari kendaraan bermotor, kecuali di beberapa titik untuk jalur logistik restoran, hotel dan pertokoan. Pedestrian yang lebar membuat tempat ini asyik dijelajahi.
detikTravel menjelajah kawasan ini bulan lalu ketika hawa musim dingin mulai menggigit. Kota tua ini adalah kawasan serba ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Balaikota tua Munich (Fitraya/detikTravel) |
Nah saya memulai blusukan dari Old Town Hall yang antik. Saya berjalan menuju Gereja Frauenkirche namun ternyata sedang direnovasi. Ya sudah, saya melanjutkan perjalanan ke arah Hauptbahnhof atau stasiun kereta utama di Munich.
Saya sungguh menikmati suasana orang lalu lalang. Sekaligus bisa cuci mata di sejumlah etalase pertokoan yang menarik mata. Akhirnya saya tiba di Karlstor, salah satu gerbang kota tua yang berbentuk mirip benteng. Ini juga adalah objek foto yang menarik.
Karlstor, gerbang kota tua Munich (Fitraya/detikTravel) |
Setelah berbelanja oleh-oleh, saya memilih kembali ke balaikota naik kereta bawah tanah alias U Bahn. Kebetulan jalur yang saya naiki keretanya tampak tua, namun masih terawat.
Kembali ke balaikota, saya menuju tempat wisata kuliner paling terkenal di kota tua Munich namanya adalah Hofbraeuhaus Muenchen. Ini adalah restoran bersejarah yang umurnya ratusan tahun.
Restoran legendaris Hofbraeuhaus (Fitraya/detikTravel) |
Semua pelayannya memakai kostum tradisional Jerman. Pun dengan sebagian pengunjungnya. Hofbraeuhaus adalah spot yang sempurna untuk menyudahi jalan jalan-jalan di kota tua Munich.
Mau tahu seperti apa video kota tua Munich, tonton dulu di sini:
(rdy/fay)












































Balaikota tua Munich (Fitraya/detikTravel)
Karlstor, gerbang kota tua Munich (Fitraya/detikTravel)
Restoran legendaris Hofbraeuhaus (Fitraya/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?