Malapetaka itu coba diatasi oleh sebuah keluarga yang tinggal di Tanzania Utara. Mereka berasal dari Texas yang berjibaku mencegah pemburu dan malah menyambut keadatangan mereka dari seluruh dunia.
Dilansir detikTravel, Senin (16/1/2017), dari berbagai sumber, The Friedkin Conservation Fund sebuah organisasi antiperburuan yang didukung dengan helikopter pengintai. Di samping itu, organisasi ini membuat kamp tenda mewah bernama 'Legendary Serengeti Mobile Camp'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap tenda tamu memiliki kamar mandi dengan ketel api bertenaga sendiri. Harganya per tenda bagi dewasa per malamnya sebesar USD 950 (Rp 12,8 juta) untuk musim liburan dan USD 665 (Rp 8,8 juta) untuk hari biasa.
"Ketika Anda pergi di safari, Anda menonton film yang paling menakjubkan di dunia. Ketika Anda pergi pada Friedkin safari, Anda adalah peran utama, "kata Dan Friedkin, pendiri The Friedkin Conservation Fund.
Pada hari pertama, kita memilih untuk berkendara ke tengah-tengah migrasi besar. Pada satu titik, kita dikelilingi oleh lebih dari 1.000 wildebeest dan zebra.
Sekitar 300.000 hektar lahan pribadi Friedkin bebas untuk dijelajahi bersama kawanan kerbau dan jerapah. Pada hari kedua, perjalanan mendebarkan akan didapatkan saat mendekati kawanan kuda nil.
Keluarga Friedkin telah menginvestasikan lebih dari USD 300 juta dalam konservasi Tanzania. Pekerjanya pun lebih dari 600 staf lokal.
Salah satu proyeknya mengunjungi Sekolah Olosiva. Dimana dana tersebut menyediakan lebih dari 1.000 makan siang untuk siswa dan serta untuk biaya pendidikan. Maka uang dari tamu yang menginap, akan disumbangkan The Friedkin Conservation Fund untuk sekolah tersebut. Satu lagi, untuk membantu konservasi satwa.
Jika generasi berikutnya bisa belajar proyek konservasi terkait dengan kesejahteraan masyarakat mereka, badak mungkin suatu hari bernilai jauh lebih hidup daripada mati.
Ayo menjaga alam sambil bertualang! (msl/aff)











































Komentar Terbanyak
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan
Naik Tiga Tingkat! Indonesia Kini di Posisi ke-2 Destinasi Ramah Muslim
Bandara Husein Bandung Hidup Lagi, Cek Maskapai dan Rute Penerbangannya