Di dunia ini, ada sekitar 2.000 spesies kunang-kunang. Namun hanya segelintir di antara jenisnya yang mampu menyamakan pola saat mereka terbang.
Dilansir dari BBC Travel, Kamis (19/1/2017), traveler dapat melihat pertunjukan cahaya paling menakjubkan itu mereka pada belahan bumi barat tepatnya di Great Smoky Mountains National Park, AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat spesies kunang-kunang yang mampu menyelaraskan cahayanya juga dapat ditemukan di hutan-hutan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina. Tetapi, kata Nichols, spesies ini tidak terbang dan mengeluarkan cahayanya seperti di hutan Smokies.
"Mereka yang di Asia Tenggara hanya bertengger di pohon dan akan menyala selaras. Artinya, saat kunang-kunang menyala dan mati waktunya bersama-sama. Hal itu sebagai lawan kunang-kunang di Smokies yang cahanya mempunyai efek bergelombang,"urai Nichols.
(Thinkstock) |
Tempat yang paling mengesankan untuk melihat pertunjukan cahaya kunang-kunang ini ada di Elkmont bagian dari Great Smoky Mountains National Park, perbatasan antara Tennessee dan Carolina Utara. Daerah ini rumah bagi populasi terbesar kunang-kunag di belahan bumi barat, juga dikenal sebagai serangga petir.
Keindahan fenomena ini hanya terjadi selama musim kawin serangga. Di AS hanya akan berlangsung selama dua minggu di akhir musim semi.
Betina dewasa yang sudah dibuahi akan bertelur di bawah tanah. Ketika larva menetas, mereka akan menggali ke dalam tanah dan memakan bahan organik.
Tahap larva ini berlangsung sekitar satu sampai dua tahun. Setelah larva berubah menjadi kunang-kunang dewasa, mereka hidup hanya sekitar 21 hari, lalu melakukan perkawinan itu lagi.
Setiap tahun, di pertengahan bulan sampai akhir April, Nichols menganalisis data suhu lokal untuk memprediksi puncak musim kawin. Ketika mereka mulai cahaya yang paling mengesankan, maka pengurus taman akan menjadwalkan acara untuk melihat pertunjukan ini selama delapan hari setiap tahunnya.
(Thinsktock) |
Ketika fenomena ini pertama kali didokumentasikan pada tahun 1993, lamanya fenomena yang terjadi akan sampai pada akhir Mei. Seiring berjalannya waktu, puncak pertunjukan kunang-kunang telah bergeser hingga ke awal Juni.
Pihak taman nasional sendiri membatasi jumlah pengunjung yang datang pada malam hari ke Elkmont selama fenomena alam ini berlangsung. Totalnya hanya berkisar 6.000 sampai 8.000 orang setiap tahunnya dengan pemesanan enam bulan sebelumnya.
Pertunjukan serangga-serangga ini hanya terjadi saat kondisi benar-benar gelap. Saat bulan purnama, serangga mereka akan mulai menyala pada pukul 21.30-22.00 atau bisa lebih malam lagi.
Traveler tertarik untuk melihatnya? Keberlangsungan kunang-kunang ini terancam dengan habitatnya yang semakin rusak lho. Ayo kita jaga lingkungan untuk tetap dapat melihat keindahannya di waktu kemudian. (rdy/rdy)












































(Thinkstock)
(Thinsktock)
Komentar Terbanyak
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
Ribuan Vila Terancam Delisting, Pemerintah Tegaskan Bukan Mempersulit Usaha