Petang yang merambat dengan semburat cahaya langit yang sempurna, seakan diacuhkan ribuan orang yang memadati Stasiun Osaka JR, Jepang. Tapi ratusan orang di antaranya memilih bergegas menuju puncak rooftop Umeda Sky Building.
Umeda Sky Building tidak jauh dari Stasiun Osaka. Begitu keluar stasiun pintu selatan, mendongaklah ke puncak dua gedung kembar yang disambungkan lingkaran. Cukup 10 menit menuju gedung tersebut dengan jalan kaki.
Foto: Andi Saputra/detikTravel |
Umeda Sky Building Osaka dibangun oleh Takenaka Corporation pada tahun 1993. Di dasar gedung dibangun taman yang cukup besar dengan air terjun buatan yang spektakuler. Konsep lift Kristal khas bangunan Azura dihadirkan dengan sangat apik oleh arsitek beranama Hiroshi Hara yang merupakan perancang gedung ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Detikcom yang datang tidak pada musim liburan, tidak perlu antri panjang di lift dan langsung bisa menuju lantai atas gedung. Di lantai atas, kita masih harus naik lagi lewat eskalator yang cukup panjang melintang dari satu tower ke tower satunya. Disebut-sebut eskalator itu merupakan eskalator terpanjang di dunia.
Foto: Andi Saputra/detikTravel |
Di puncak gedung terdapat hall yang cukup luas dengan hamparan kota Osaka di malam hari. Terdapat pula cafe untuk berlama-lama menikmati keromantisan kota Osaka dengan binar-binar lampu yang mulai menyala dan langit yang memerah. Tampak pula Osaka Castle dan kerlap-kerlip pelabuhan.
Bila ingin melihat kota tanpa penghalang kaca, wisatawan bisa naik ke rooftop. Hembusan angin yang cukup dingin mencapai derajat celsius tak menyurutkan wisatawan mengabadikan momen di pertengahan Februari 2017 lalu itu.
Rooftop 360 derajat itu menjadi penghubung satu gedung dengan gedung lainnya dengan jarak cukup panjang. Temaram senja dengan mega merah menjadi momen terindah untuk selfie atau foto beramai-ramai.
Foto: Andi Saputra/detikTravel |
Di pojok rooftop, terdapat tangga turun ke lantai di bawahnya menuju Lumi Deck yang didesain khusus untuk para pasangan yang duduk di sebuah kursi cinta. Kemudian lantai di bawahnya akan menyala-menyala membentuk pola-pola tertentu ketika pasangan tersebut mulai duduk, saling berpegangan tangan, dan sama-sama memegang bangku. Di salah satu pagarnya juga banyak bergelantungan gembok cinta. (asp/msl)












































Foto: Andi Saputra/detikTravel
Foto: Andi Saputra/detikTravel
Foto: Andi Saputra/detikTravel
Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun