Shin-Yokohama Raumen Museum beralamat di 2-14-21 Shinyokohama, Kohoku-ku, Yokohama. Sesuai namanya, museum ini berisikan tentang sejarah dan segala informasi tentang mi ramen.
Shin-Yokohama Raumen Museum buka setiap hari, dengan tiket masuk sebesar 310 Yen (Rp 36 ribu) untuk orang dewasa dan 100 Yen (Rp 11 ribu) untuk anak-anak. Begitu melangkahkan kaki ke dalamnya, bakal terpampang display dan papan informasi tentang ramen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puas melihat informasi tentang ramen, mari beranjak ke lantai basement. Siap-siap terbelalak karena suasananya bagaikan Jepang tempo dulu!
Rupanya, suasana tersebut menggambarkan bagaimana suasana di Negeri Sakura pada tahun 1950-an. Sebab di tahun-tahun itu, ramen mulai populer dan digemari masyarakat Jepang.
Sedikit bicara soal sejarah, ramen mulanya digemari oleh masyakarat Jepang yang tinggal di pelabuhan. Maka jangan heran, kalau para pelayan dan juru masak di tiap rumah makan di sana akan teriak-teriak. Hal itu menggambarkan, bagaimana suasana tinggal di pelabuhan.
Ada banyak deretan rumah makan yang menjajakan berbagai ramen. Setidaknya terdapat 9 jenis ramen di sana yakni ramen khas Sapporo, Yamagata, Tokyo, Hakata, hingga ramen khas Kyushu. Bagi traveler Muslim jangan takut, sebab ada menu ramen vegetarian yang bebas dari daging dan kaldu babi.
Untuk memesan ramen, tinggal pesan lewat vending machine khusus. Di vending machine-nya, terdapat aneka menu ramen dengan harga yang beragam. Dari 900 Yen atau setara Rp 107 ribu sampai 1.540 yen atau setara Rp 183 ribu.
Paling enak adalah ramen susu vegetarian. Mienya begitu padat dan panjang. Kuah kaldunya begitu terasa, dengan sedikit rasa susu putih yang samar-samar. Semacam ada yang memisahkan dia antara rasa kaldu dan susunya, tapi itulah yang bikin enak.
Kalau ke Jepang, wajib makan ramen di Shin-Yokohama Raumen Museum ya!
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh