Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 17 Mar 2017 13:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Menyusuri Kota Bawah Tanah Ramla, Jejak Kejayaan Islam di Israel

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Waduk bawah tanah di Kota Ramla, Israel (Sara Toth Stub/BBC)
Waduk bawah tanah di Kota Ramla, Israel (Sara Toth Stub/BBC)
Ramla - Dahulu, Kota Ramla di Israel pernah menjadi ibukota provinsi dari Palestina. Traveler pun masih dapat melihat jejak kejayaan Islam ketika datang ke kota ini.

Dilansir detikTravel dari BBC, Jumat (17/3/2017), Ramla sempat dikuasai oleh umat Islam pada tahun 715 dulu. Ketik itu, kota ini dihiasi oleh banyak masjid megah hingga bangunan dengan kebun indah dan air mancur.

Begitu indahnya, sampai ahli bumi ternama Muhammad Ibn Ahmad Shams al-Din al-Muqaddasi membandingkan indahnya Ramla dengan kampung halamannya di Yerusalem ketika dahulu datang pada abad ke-10.

Sayang, gempa bumi dahsyat yang terjadi pada abad ke-11 meluluhlantakkan Ramla. Sejumlah pembangunan pun dilakukan, tapi tidak berhasil untuk mengembalikan kejayaannya seperti dulu lagi.

"Anda hampir tidak dapat melihat apa-apa lagi sekarang," ujar kepala arkeologi dari divisi barang antik Israel, Gideon Avni

Gempa meluluhlantakkan Ramla pada abad ke-11 (Sara Toth Stub/BBC)Gempa meluluhlantakkan Ramla pada abad ke-11 (Sara Toth Stub/BBC)
Kini Ramla merupakankota kecil Israel yang terdiri dari kaum Yahudi dan Arab yang berlokasi dekat Bandara Ben Gurion, atau sekitar 25 Km arah tenggara dari ibukota Tel Aviv.

Traveler mungkin sudah tidak dapat melihat jejak kejayaan Islam secara gamblang di Ramla. Namun, ternyata Ramla memiliki kota bawah tanah yang menjadi jejak kejayaan Islam.

Tersembunyi di bawah tanah, terdapat waduk yang ditopang oleh pilar-pilar yang menyimpan bukti dan tulisan arab yang menandakan kejayaan Islam. Akses masuk ke dalamnya pun berlokasi di sebuah bangunan kecil yang terhimpit apartemen dan kebun, di mana menyimpan sebuah tangga menuju dermaga bawah tanah.

Dermaga bawah tanah di Ramla (Sara Toth Stub/BBC)Dermaga bawah tanah di Ramla (Sara Toth Stub/BBC)
Menggunakan boat, traveler bisa mengelilingi waduk bawah tanah yang dahulu berfungsi sebagai tempat penyimpanan air. Ukurannya pun begitu besar dengan langit-langit setinggi 9 meter, membuatnya tampak seperti katedral atau istana ketimbang waduk.

Para arkeologis percaya, bawah waduk tersebut menjadi arsitektur Islam pertama di dunia Arab. Serupa dengan sejumlah monumen di Istana Alhambra, Spanyol.

Menariknya lagi, waduk tersebut juga menjadi bukti pertemuan dari budaya Timur dan Barat. Antara lain dari Kerajaan Persia dan Yunani.

"Ini merupakan pertemuan dari Timur dan Barat," terang Avni.

Tulisan dengan bahasa Arab di tembok waduk (Sara Toth Stub/BBC)Tulisan dengan bahasa Arab di tembok waduk (Sara Toth Stub/BBC)
Sejumlah arkeologis di Ramla bahkan menemukan ratusan koin kuno yang menjadi penanda akan dunia Islam, seperti koin dari Algeria hingga Uzbekistan. Hal itu menjadi penanda akan lokasi Ramla yang strategis dulu.

Kehadiran waduk ini pun begitu tersembunyi hingga tahun 1960, di mana pemda Ramla berinisiatif untuk membersihkan dan membuka waduk ini bagi wisatawan. Air yang mengisi waduk kini juga berasal dari tumpahan air kota modern yang kini dibangun di atasnya.

Menyusuri kota bawah Ramla pun seakan membawa traveler kembali ke masa kejayaan Islam dahulu kala. Sungguh suatu pengalaman yang luar biasa. (bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED